Andre Rosiade Buka Suara Soal Dugaan Jebak Pekerja Seks

CNN Indonesia | Rabu, 05/02/2020 14:21 WIB
Andre Rosiade Buka Suara Soal Dugaan Jebak Pekerja Seks Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade mengaku siap diperiksa MKD soal kasus pekerja seks. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade mempertanyakan pertanggungjawaban Komisi Nasional (Komnas) Perempuan jika moral anak di bawah umur jadi korban prostitusi online. Ia pun mengaku siap diperiksa oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

Hal ini dikatakan terkait kritik Komnas Perempuan yang menyebut dugaan tindakan Andre Rosiade gerebek pekerja seks di Padang, Sumatera Barat, sebagai pelanggaran etik anggota dewan.

"Siapa yang mau tanggung jawab kalau anak-anak kita jadi korban atau pengguna? Mohon maaf, memang Komnas Perempuan mau tanggung jawab kalau moral sudah rusak?" kata Andre kepada CNNIndonesia.com, Rabu (5/2).


Dia menyatakan langkah yang ia lakukan adalah murni proses penegakan hukum dan tidak terkait dengan isu gender. Andre mengaku hanya menyampaikan keresahan masyarakat Padang terkait jumlah prostitusi daring yang semakin marak ke aparat kepolisian.

Bahkan, lanjutnya, praktik prostitusi daring di Padang telah menyasar ke anak berusia di bawah 17 tahun, baik sebagai PSK atau pengguna.

[Gambas:Video CNN]
"Sekarang anak SD sudah pegang handphone. Kalau dibiarkan takutnya anak-anak jadi pengguna itu yang kita khawatirkan, apalagi duit Rp800 ribu tidak banyak. Ini jdi pekerjaan pekerjaan saya," tutur Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat.

Lebih jauh, Andre mengaku siap bila Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI memeriksa terkait kasus ini, sekaligus siap mempertanggungjawabkannya di akhirat kelak.

"Saya mempertanggungjawabkan untuk daerah pemilihan saya, supaya tidak ada kehancuran moral. Saya siap mempertanggungjawabkan dunia akhirat apalagi MKD. Kalau ada yang melaporkan ke MKD, saya akan tanggung jawab," tutur Andre.

Terpisah, anggota MKD DPR RI Arteria Dahlan menyatakan pihaknya menunggu laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran etik Andre Rosiade gerebek pekerja seks.

Menurutnya, MKD tidak bisa melakukan langkah apapun bila masyarakat tidak membuat laporan terkait dugaan pelanggaran etik Andre tersebut.

"MKD belum terima laporan terkait pelanggran etik yang dilakukan Andre. Kami tidak bisa mengatakan yang bersangkutan melanggar, jadi kalau ada laporan kami akan terima memproses, mengadili, dan memutus," kata Arteria.

Sebelumnya, Komnas Perempuan menyatakan bahwa langkah Andre Rosiade gerebek pekerja seks di Padang telah melanggar etik karena melampaui kewenangan anggota dewan.


(mts/arh)