Revitalisasi TIM Berlanjut, Graha Bhakti Budaya Dibongkar

CNN Indonesia | Kamis, 06/02/2020 18:39 WIB
Revitalisasi TIM Berlanjut, Graha Bhakti Budaya Dibongkar Pekerja beraktivitas di lokasi proyek revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, 6 Februari 2020.(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, tetap dilanjutkan.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, Gedung Graha Bhakti Budaya (GBB) sudah mulai dibongkar menggunakan alat berat. Tulisan Graha Bhakti Budaya yang ada di bagian depan tembok gedung itu pun sudah dilepas, terlihat bekasnya saja yang masih menempel.

Sekretaris Perusahaan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Hani Sumarno selaku pelaksana revitalisasi mengatakan GBB dibongkar guna direvitalisasi jadi wisma seni yang bakal dibuat ala hotel dengan konsep milenial.


"Yang kita buat ini revitalisasi ini untuk generasi ke depan. Jadi yang kita buat ini bukan untuk masa lalu. Tapi untuk seniman-seniman muda yang ke depan. Seniman sepuh juga kita muliakan di sana," ujar Hani saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (6/2).

Hani enggan menyebut pembangunan wisma seni di TIM dengan nama hotel. Hani menegaskan namanya wisma seni, dan pembangunan itu tidak menghilangkan yang sudah ada sebelumnya.

Meski dibangun dengan konsep milenial, kata Hani, masih ada sejumlah seniman yang menolak. Alasannya adalah kenyamanan.

Hani menyebut misalnya mereka masih nyaman dengan konsep barak, tidur beramai-ramai, kasur bertingkat, kasur kapuk, hingga toilet yang berada di luar.

"Rupanya ada beberapa seniman yang kepengennya kayak dulu lagi. Bikin barak. Bikin rame-rame. Pake kasur bertingkat. Pokoknya kayak dulu lagi lah," katanya. "Mengapa? Karena dulu nyaman seperti itu."

Sementara itu salah satu seniman TIM, Budi mengatakan tak antipembangunan, termasuk program revitalisasi di TIM. Namun, kata Budi, ia menolak sejumlah rencana pembangunan yang kabarnya akan jadi lahan komersial yakni hotel.

"Yang kita tolak bukan revitalisasi, kita nggak antipembangunan, tapi beberapa item yang kita tolak," kata Budi saat ditemui di posko #SaveTIM yang dibuat oleh Forum Seniman Peduli TIM, Kamis (6/2).

"Hotel bintang salah satunya, dijadikan komersial, pengelolaan, yang berangkat semua dari Pergub," imbuhnya.

Lebih lanjut, Budi yakin aspirasi ia dan teman-temannya selama ini sudah didengar pula oleh Pemprov DKI Jakarta. Namun, mereka menilai bahwa Pemprov telah mengambil keputusan sepihak terkait revitalisasi TIM.

Oleh karena itu, Budi dkk mendorong agar DPRD DKI Jakarta mendesak Pemprov mencabut Pergub revitalisasi.

"Kita enggak mau menunggu harap-harap dari mereka [Pemprov DKI]. Kan kita juga punya wakil. Di legislatif kan kita juga punya wakil. Harapan kita cabut itu Pergub," katanya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jakpro, Hani Sumarno mengatakan selama ini tak ada masalah dengan sebagian seniman yang ada di TIM. Hani menyebut bahkan mereka masih kerap mengadakan kegiatan bersama saban Jumat.

Revitalisasi TIM Berlanjut, Gedung Budaya Dibongkar Proses revitalisasi TIM yang ditargetkan selesai pada tahun 2021 itu sudah memasuki tahap II yakni membongkar gedung Graha Bhakti Budaya dan Galeri Cipta I. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Terkait rencana pembangunan hotel dalam revitalisasi TIM, DPRD DKI Jakarta telah mendorong Pemprov DKI dan Jakpro tak terus melanjutkannya. DPRD pun memangkas anggaran keseluruhan untuk Jakpro dalam KUAPPAS hingga Rp400 miliar.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mengatakan, dengan dipotongnya anggaran tersebut merupakan ketegasan dewan yang tidak setuju atas pembangunan hotel di kawasan TIM.

"Enggak ada hotel, kita enggak kasih, kita potong dia Rp400 miliar," kata Prasetio,Kamis 28 November 2019.

Rencana pembangunan hotel di kawasan TIM sebelumnya ditentang kelompok seniman. Mereka tak ingin kawasan seni dan budaya itu menjadi komersial lewat kehadiran hotel.

Revitalisasi TIM Berlanjut, Gedung Budaya DibongkarSalah satu sudut di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) ayng sedang dibongkar, Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Progres Proyek

Sejak dimulai 20 Juli 2019 lalu, progres revitalisasi yang menelan biaya hingga Rp 1,8 triliun itu telah mencapai angka 12,61 persen.

Pembangunannya kini masih pada tahap pertama selama satu tahun hingga Juli nanti.

Pada tahap ini, pembangunan masih di beberapa bangunan antara lain pembangunan masjid, gedung parkir, perpustakaan, dan wisma seni.

"Itu tahap satu keseluruhan. Kemudian progres proyeknya, aktivitas pada area masjid pekerjaan struktural selesai," katanya.

Sementara untuk revitalisasi gedung GBB, pembangunannya ada pada tahap dua. Hani enggan menyebut lebih jauh konsep perubahan yang menggusur GBB.

"Kan didesain enggak ada nama GBB. Itu tahap kedua. Ini tahap satu belum. Tahap satu ini, di tahun pertama 10 Juli sampe Juli 2020," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]
Revitalisasi TIM rencananya akan rampung pada pertengahan 2021.

Dari seluruh area yang direvitalisasi hanya kubah planetarium yang rencananya tak akan direvitalisasi karena merupakan cagar budaya. Sementara sisanya, seperti GBB, Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin akan dibongkar dan diubah bentuknya.

"Nah sebetulnya yang ditetapkan cagar budaya adalah di bagian kubahnya saja.. kubahnya kan susah lebih dari 50 tahun kan. Bangunan sekelilingnya kan sudah tidak terlalu baik kan. Itu akan kita renovasi di tahap dua," kata Manajer Komunikasi Revitalisasi TIM, Yeni Kurnaen di lokasi, Kamis (6/2).

(thr/kid)