Suhardi mengatakan para WNI eks ISIS itu tersebar di tiga camp pengungsi di Suriah. BNPT mendapatkan informasi tersebut dari beberapa lembaga intelijen negara Timur Tengah dan Palang Merah Internasional (International Commitee of the Red Cross/ ICRC).
"Di Al Roj, Al Hol, dan Ainisa. Tiga kamp. Jangan salah di sana ada tiga otoritas kekuasaan, ada SDF (Syrian Democratic Forces), ada Pemerintah Suriah, ada Pemerintah Kurdistan," kata Suhardi pada jumpa pers di Gedung BUMN, Jakarta, Jumat (7/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang punya akses itu hanya organisasi tertentu, badan intelijen middle east, Timur Tengah. Tapi saya sampaikan tolong masuk dong, ICRC kami minta juga supaya dapat itu (informasi soal WNI)," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan pihaknya telah memulai kajian tentang hal tersebut. Menurutnya, ada 660 orang WNI eks ISIS yang tersebar di negara-negara, seperti Afghanistan, Irak, dan Suriah.
Mahfud bilang pemerintah akan memutuskan apakah akan memulangkan atau tidak memulangkan mereka pada bulan Mei 2020. Keputusan akan dikeluarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).