Mahfud: RI Satu-satunya Negara Besar di Asia Tak Kena Corona

CNN Indonesia | Jumat, 07/02/2020 21:22 WIB
Mahfud MD menyebut Indonesia sebagai negara besar satu-satunya di Asia yang belum memiliki kasus positif virus corona hingga saat ini. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengklaim bahwa Indonesia merupakan satu-satunya negara besar di Asia yang belum memiliki kasus positif virus corona. Sementara negara-negara lain beberapa sudah memiliki kasus positif virus corona.

"Yang ingin saya katakan bahwa sampai saat ini Indonesia itu adalah satu-satunya negara besar di Asia yang tidak punya kasus corona. Virus corona itu tuh ndak ada di Indonesia," kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (7/2).

Mahfud menegaskan bahwa penduduk Indonesia sejauh ini tak ada yang positif terjangkit virus corona. "Terinfeksi aja di sini tak ada," kata Mahfud.


Mahfud juga menegaskan seluruh WNI yang sudah dievakuasi dari Wuhan, China dalam kondisi sehat. Mereka kini tengah menjalani observasi selama 14 hari di Natuna.

Mahfud menjelaskan observasi itu dilakukan karena mengikuti standarisasi yang diterapkan World Health Organization (WHO) agar tiap negara melakukan observasi masing-masing warga negaranya yang dievakuasi dari Wuhan.

"Bahwa orang yang pulang dari Wuhan itu sedang ada virus Corona maka sebaiknya di observasi selama 14 hari itu," kata dia.

[Gambas:Video CNN]
Setidaknya ada 285 orang yang saat ini masih menjalani observasi di Natuna untuk 14 hari sebagaimana masa inkubasi virus corona. Mereka terdiri dari 237 WNI, 1 WNA, 5 orang tim Kemenlu, 24 tim penjemput, dan 18 kru Batik Air.

Hingga hari ini, mereka sudah tujuh hari menjalani masa observasi sejak tiba di Natuna pada 1 Februari 2020. Menkes Terawan Agus Putranto menyebut 285 orang itu dalam kondisi baik tanpa ada peningkatan suhu tubuh.

Jika tak ada kendala dan tetap sehat, mereka akan dipulangkan ke kediaman masing-masing pekan depan, tepatnya 14 Februari. (rzr/osc)