WN Kanada Terinfeksi Corona Dipastikan Tak Dari Indonesia

CNN Indonesia | Jumat, 07/02/2020 18:41 WIB
WN Kanada Terinfeksi Corona Dipastikan Tak Dari Indonesia Ilustrasi. (Foto: NOEL CELIS / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan satu warga negara Kanada yang mengaku terinfeksi virus Corona bukan dari Indonesia. Hal itu dikatakan Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, drg Vensya Sihotang di kantor Kemenkes, Jumat (7/2).

Vensya memastikan hal itu lantaran Indonesia bukan negara yang terinfeksi virus corona sejauh ini. "Yang jelas Indonesia bukan negara infected, harapannya bukan terinfeksi bukan terinfeksi dari, ya bukan dari negara kita," katanya, Jumat (7/2).


Namun demikian, pihaknya hingga kini belum memiliki data berapa lama WN Kanada sempat tinggal di Indonesia sebelum kemudian dipastikan terjangkit di Malaysia. Vensya hanya mengatakan masa inkubasi virus antara 2-14 hari.


"Masa inkubasi kan kita tahu saat ini 2-14 hari. Ini tentu perlu kita cerdas menganalisa transitnya berapa lama," katanya.

Berdasarkan pemberitaan sejumlah media, sebelumnya seorang warga negara Kanada berusia 17 tahun diduga terjangkit virus corona di Malaysia. Ia dikabarkan sempat berada di Indonesia sebelum terbang ke Malaysia.

[Gambas:Video CNN]

Sekretaris Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Achmad Yurianto mengatakan pihaknya tengah meminta bantuan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) untuk mengetahui kebenaran warga negara Kanada yang sempat berkunjung ke Indonesia tersebut.

"Masih dilacak imigrasi kebenarannya bahwa dia pernah masuk ke Indonesia," kata Yuriyanto kepada CNNIndonesia.com melalui keterangan tertulis, Kamis (6/2).

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Arvin Gumilang menyatakan pihaknya belum menerima permintaan pencarian data soal warga negara Kanada tersebut dari Kemenkes.

"Kami tidak ada data WNA-nya dan belum menerima permohonan untuk mencari yang bersangkutan," kata Arvin.

(thr/asa)