Hal itu karena beberapa negara dekat China diketahui juga turut positif virus corona. Sebut saja Hongkong, Taiwan, Singapura, Malaysia, dan Macau.
Kepala Seksi Perlindungan Masa Penempatan Kemnaker, Maptuha mengatakan salah satu syarat yang wajib bagi calon TKI, yakni cek kesehatan. Sebelum berangkat ke negara tujuan, kesehatan calon akan dicek ulang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini, Kemnaker mencatat per Januari 2020, belasan sampai puluhan ribu TKI telah pergi dan bekerja di sejumlah negara dekat China.
[Gambas:Video CNN]
Rinciannya, 6.130 orang di Taiwan, Hongkong 4.955 orang, Singapura 1.410 orang, Malaysia 5.750 orang, Korsel 283 orang, dan Macau 2 orang. Sementara China pada Januari lalu sudah ada 2 orang yang berangkat.
"Kami itu pengetatannya itu untuk daerah Taiwan dan Hong Kong. Tidak dibatasi bahwa di kotanya, tapi seluruh Taiwan dan Hong Kong," kata Maptuha.
Namun dia mengaku identitas TKI itu belum diketahui lantaran yang bersangkutan tidak mau dipublikasikan, termasuk ke keluarganya.
"Kami bisa informasikan yang bersangkutan kondisinya sudah stabil. Tapi masih dirawat di Singapura untuk terus dipantau di bawah pengawasan Kementerian Singapura hingga dinyatakan benar-benar sehat," imbuhnya. (thr/osc)