Seperti dilansir Antara, berat total ikan yang mati di kawasan danau itu diperkirakan mencapai 63 ton. Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Ermanto mengatakan ikan-ikan tersebut diketahui mati massal sejak Rabu (5/2) lalu.
"Udara di sekitar lokasi danau sudah tercemar bangkai ikan dan mengeluarkan bau tidak sedap," kata Ermanto, Jumat (7/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Dugaan sementara ikan-ikan itu mati setelah angin kencang melanda daerah itu semenjak Minggu (2/2). Angin kencang diduga membuat oksigen berkurang di dasar perairan danau vulkanik itu, karena naiknya sedimen di dasar.
Sebab kondisi itu, ikan-ikan mengalami pusing dan keluar ke permukaan danau untuk mencari oksigen.
"Beberapa jam setelah pusing, ikan mati dan mengapung. Kematian ikan itu mulai terjadi pada Rabu (5/2)," tambahnya.