Polisi Beber Alasan Tolak Permintaan Novel Tunda Rekonstruksi

CNN Indonesia | Sabtu, 08/02/2020 02:02 WIB
Polisi Beber Alasan Tolak Permintaan Novel Tunda Rekonstruksi Suasana saat rekonstruksi kasus Novel Baswedan di depan kediamannya, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (7/2). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Metro Jaya menyatakan terikat tenggat waktu pelengkapan berkas perkara yang ditetapkan Kejati DKI Jakarta, sehingga rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan tetap digelar meski tanpa keterlibatan Novel selaku korban.

"Karena terikat waktu masa pemberkasan dan penahanan kami tetap laksanakan dan memang sudah kami siapkan pemeran pengganti," kata Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Deddy Murti di lokasi.

Sebelumnya, Novel yang tak mengikuti rekonstruksi kasus di depan rumahnya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (7/2), telah meminta polisi menunda rekonstruksi tersebut.


Deddy mengatakan sebelum rekonstruksi digelar, pihaknya menerima informasi dari kuasa hukum bahwa Novel ada di Singapura untuk berobat.

Namun, diungkapkan Deddy, saat proses rekonstruksi dilakukan, ternyata Novel berada di kediamannya. Dia berkata anggota penyidik lantas memberi penjelasan kepada Novel ihwal rekonstruksi tersebut

"Rekan-rekan penyidik dan JPU mempertanyakan dan menyampaikan kegiatan ini, tetap kami laksanakan dengan pemeran pengganti," tuturnya.

Sementara itu, Novel menjelaskan bahwa dirinya memang sempat menjalani perawatan di Singapura sejak Senin hingga Rabu.

Novel menuturkan proses pemeriksaan oleh kepolisian beberapa waktu lalu, yang dilakukan hingga larut malam berakibat pada mata kirinya. Ia menyebut saat ini mata kirinya tidak bisa melihat secara permanen.

"Dengan kegiatan rekon tadi saya sampaikan ke penyidik bahwa saya tidak bisa mengikuti. Saya pikir hanya alasan kesehatan saja," ucap Novel.

Ia juga menyatakan tak melihat atau memantau proses rekonstruksi lantaran berada di dalam rumah.

[Gambas:Video CNN]
"Tidak, saya enggak ikuti, karena saya dalam rumah, rekon di luar jadi saya enggak lihat," kata Novel.

Polisi melakukan 10 adegan dalam proses rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap Novel.

Dalam rekonstruksi itu polisi melibatkan dua tersangka pelaku penyiraman air keras yakni Rahmat Kadir dan Ronny Bugis. Keduanya tercatat sebagai anggota polisi aktif dari kesatuan Brimob.  (dis/wis)