Polisi Akui Kasus Kawin Kontrak di Bogor Tertunda Bencana

CNN Indonesia | Senin, 17/02/2020 23:56 WIB
Polisi Akui Kasus Kawin Kontrak di Bogor Tertunda Bencana Ilustrasi kawin. (Pixabay/niekverlaan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polres Bogor menyatakan kasus kawin kontrak di kawasan Puncak, Jawa Barat yang terbongkar pada Desember 2019 masih terus berlanjut. Namun Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni mengakui pengembangan kasus tersebut tertunda karena bencana banjir dan longsor pada Januari lalu.

"Kami disibukkan oleh penanganan bencana pada satu bulan terakhir, sehingga belum fokus melakukan pengembangan perkara kawin kontrak yang kami ungkap pada akhir Desember 2019," kata Joni di Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (17/2) dilansir dari Antara.

Menurut dia, selama satu bulan terakhir pihaknya fokus melakukan operasi kemanusiaan, yaitu mengevakuasi korban, memberikan kebutuhan sehari-hari, termasuk juga melakukan upaya pembukaan jalan.


Meskipun demikian, kata dia, Polres Bogor siap mendukung keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam menghilangkan kesan buruk kawin kontrak dari objek wisata Puncak Cisarua.

"Pada prinsipnya Polres siap mendukung penertiban tersebut. Sampai sekarang, kepolisian tetap melakukan upaya penyelidikan apakah masih ada kegiatan prostitusi berlabel kawin kontrak atau tamasya halal," katanya.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin juga mengakui penanganan perkara kawin kontrak ditunda karena terjadinya sejumlah bencana di wilayah barat Kabupaten Bogor.

"Ketika ada bencana, kita tidak mungkin tinggalkan hal yang penting, karena semua petugasnya diarahkan ke sana. Jadi penanganan perkara kawin kontrak ditunda dulu," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]
Meskipun demikian, menurut dia, penertiban akan kembali gencar dilakukan, mengingat masa tanggap darurat bencana sudah selesai pada akhir bulan lalu. Langkah selanjutnya, Pemkab Bogor akan menertibkan plang toko berbahasa arab yang tak sesuai dengan izinnya.

"Tinggal hal-hal yang bersifat pelanggaran dan usaha-usaha di sana, penertiban plang-plang nama toko," kata politikus PPP itu.

Polres Bogor diketahui mengamankan empat pelaku dan enam korban yang terlibat praktik kawin kontrak di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, pada Desember 2019. Penangkapan itu dilakukan di sebuah vila di Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua saat proses ijab kabul kawin kontrak.

Pelaku berinisial ON alias Mami E, IM alias Mami R, BS, dan K. Sedangkan, enam korbannya perempuan dewasa berinisial H, Y, W, SN, IA, dan MR.

ON dan IM berperan sebagai muncikari dan dapat menguasai Bahasa Arab karena mantan tenaga kerja wanita (TKW) di Timur Tengah. Mereka dapat berkomunikasi dengan tamu asal Timur Tengah yang akan melakukan kawin kontrak dengan perempuan asal Indonesia.

Sementara BS berperan sebagai penghulu palsu untuk melangsungkan ijab kabul kawin kontrak dan K berperan sebagai sopir. (Antara/osc)