"Kami disibukkan oleh penanganan bencana pada satu bulan terakhir, sehingga belum fokus melakukan pengembangan perkara kawin kontrak yang kami ungkap pada akhir Desember 2019," kata Joni di Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (17/2) dilansir dari Antara.
Menurut dia, selama satu bulan terakhir pihaknya fokus melakukan operasi kemanusiaan, yaitu mengevakuasi korban, memberikan kebutuhan sehari-hari, termasuk juga melakukan upaya pembukaan jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika ada bencana, kita tidak mungkin tinggalkan hal yang penting, karena semua petugasnya diarahkan ke sana. Jadi penanganan perkara kawin kontrak ditunda dulu," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Meskipun demikian, menurut dia, penertiban akan kembali gencar dilakukan, mengingat masa tanggap darurat bencana sudah selesai pada akhir bulan lalu. Langkah selanjutnya, Pemkab Bogor akan menertibkan plang toko berbahasa arab yang tak sesuai dengan izinnya.
"Tinggal hal-hal yang bersifat pelanggaran dan usaha-usaha di sana, penertiban plang-plang nama toko," kata politikus PPP itu.
Pelaku berinisial ON alias Mami E, IM alias Mami R, BS, dan K. Sedangkan, enam korbannya perempuan dewasa berinisial H, Y, W, SN, IA, dan MR.
ON dan IM berperan sebagai muncikari dan dapat menguasai Bahasa Arab karena mantan tenaga kerja wanita (TKW) di Timur Tengah. Mereka dapat berkomunikasi dengan tamu asal Timur Tengah yang akan melakukan kawin kontrak dengan perempuan asal Indonesia.
Sementara BS berperan sebagai penghulu palsu untuk melangsungkan ijab kabul kawin kontrak dan K berperan sebagai sopir. (antara/osc)