Mahfud MD Akui Indonesia Belum Adil dan Makmur

CNN Indonesia | Senin, 17/02/2020 12:08 WIB
Mahfud MD Akui Indonesia Belum Adil dan Makmur Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan era Indonesia Emas 2045 hanya bisa dicapai jika negara berhasil mewujudkan keadilan dan kemakmuran bangsanya. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengakui kondisi Indonesia saat ini belum masuk dalam tahap adil dan makmur.

Oleh karena itu, sulit bagi Indonesia masuk dalam kategori maju atau masuk dalam masa Indonesia Emas yang selalu dicanangkan akan dicapai pada 2045.

"Yang jadi masalah itu adalah adil dan makmur. Itulah sebabnya Indonesia Emas belum ada sekarang karena keadilan dan kemakmuran belum ada (di Indonesia)," kata Mahfud saat menyampaikan sambutan dalam acara Bincang Seru Mahfud di Balai Purnomo Prawiro, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (17/2).

Mahfud memaparkan syarat-syarat menuju Indonesia Emas terdiri dari beberapa kategori salah satunya yakni sebagai negara merdeka, berdaulat, adil dan makmur bagi rakyatnya.


Untuk merdeka dan berdaulat, kata Mahfud, Indonesia telah memenuhi syarat. Kemerdekaan Indonesia telah diakui sejak 1945 begitu pun kedaulatannya. Negara-negara lain di dunia telah mengakui kedaulatan nusantara.

Hanya saja adil dan makmur diakui Mahfud belum terjadi di Indonesia pada 2020 ini.

Padahal, pemerintah saat ini telah mencanangkan bahwa Indonesia bisa masuk dalam kategori negara maju di dunia pada 2045 mendatang bersamaan dengan tercapainya misi Indonesia Emas.

"Kita adalah bangsa yang besar, yang siap memasuki Indonesia Emas pada tahun 2045, asalkan kita bisa merdeka bersatu berdaulat adil dan makmur," kata dia.

Mimpi ini kata Mahfud bisa tercapai jika Indonesia berjalan seperti biasa dan tidak mengalami gejolak yang signifikan. Indonesia kata dia bisa menjadi kekuatan ke empat dunia berdampingan dengan China, Amerika, India, hingga Jepang.

"Diperkirakan begitu dari hitung-hitungan modal sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada sekarang dihitung perkembangannya dari tahun ke tahun," katanya.

[Gambas:Video CNN]


(tst/gil)