"Saya kira wajar saja jika kepuasan pada Ma'ruf lebih rendah. Pasalnya, dalam banyak kegiatan pemerintah, Jokowi masih jauh lebih dominan. Ma'ruf memang masih belum kelihatan peran strategisnya dalam melaksanakan program pemerintah," kata Saleh lewat pesan singkat kepada wartawan, Senin (17/2).
Bahkan, menurutnya, kemunculan dan keterlibatan Ma'ruf dalam eksekusi program pemerintah juga lebih jarang dibandingkan sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju seperti Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dengar, salah satu tugas Wapres adalah fokus dalam bidang program deradikalisasi. Kalau itu, tentu porsinya sangat sedikit," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Survei Indo Barometer mencatat kepuasan publik terhadap kinerja Ma'rufrendah. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap Ma'ruf bahkan tak sampai angka 50 persen.
"Untuk perbandingan, dalam survei Maret 2015, publik yang puas dengan kerja Wakil Presiden Jusuf Kalla 53,3 persen. Sementara yang tidak puas 38,8 persen," kata Qodari dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (16/2).
Indo Barometer melakukan survei pada 9-15 Januari 2020 dengan melibatkan 1.200 responden dari 34 provinsi di Indonesia. Indo Barometer menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kesalahan (margin of error) mencapai 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. (mts/osc)