Soal Banjir, Ahok Klaim Hanya Jalankan Aturan Zaman Belanda

CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 04:32 WIB
Soal Banjir, Ahok Klaim Hanya Jalankan Aturan Zaman Belanda Ilustrasi banjir Jakarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku tak melakukan hal aneh untuk menangani banjir Jakarta. Dia hanya menjalankan aturan pemerintah pusat dan zaman penjajahan Belanda.

Hal ini dikatakannya menanggapi hasil Survei Indo Barometer yang dirilis pada Minggu (16/2). Bahwa, 42 persen dari total 1.200 responden menilai Ahok sukses menangani masalah banjir Ibu Kota, atau lebih sukses dari Jokowi dan Anies Baswedan.

"Saya kira, kita kan hanya mengikuti aturan yang ada. Itu udah digariskan dari Belanda," kata Ahok usai acara peluncuran buku 'Panggil Saya BTP' di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (17/2).


Dia menjelaskan sejak zaman penjajahan Belanda sudah ada desain terkait penanganan masalah banjir di Jakarta. Di antaranya yakni soal tanggul, penghubung 1.300 saluran.

Selain itu, pemerintah pusat lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) juga sudah merumuskan program-program yang harus dilakukan untuk menangani masalah banjir.

[Gambas:Video CNN]
"Ada Cengkareng Drain, ada Banjir Kanal Barat, Banjir Kanal Timur, ada Cakung Drain, seluruh tanggul mesti beres, mesti pasang pompa, pompa masih aktif, pengerukan sungai mesti terus menerus, 1.300 penghubung saluran mesti terjaga," tutur dia.

"Itu enggak ada yang aneh, karena itu bukan dari saya," aku Ahok.

Sebelumnya, hasil survei Indo Barometer menunjukkan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta paling sukses menangani banjir. Ahok meraih 42 persen, disusul Joko Widodo 25 persen dan Anies Baswedan 4,1 persen.

(dmi/arh)