"Enggak ada yang menolak, beberapa kita sudah komunikasi, baik-baik saja," terang Yuri di Kantor Kemenkes, Senin (17/2).
"Dari awal berkali kita mengatakan bahwa ini saudara-saudara kita yang sehat bukan yang sakit, pelan-pelan ini dipahami, dan sekarang [WNI Natuna] bisa pulang ke rumah masing-masing tidak ada masalah," lanjutnya
Menurut Yuri, warga tidak kaget pasca pemulangan WNI Natuna karena pihaknya telah melakukan sosialisasi. Sosialisasi tersebut berisi edukasi tentang epidemi virus corona serta langkah preventif agar tidak mudah tertular virus mematikan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah mereka boleh pulang fase awal memang mereka sempat ketakutan karena isinya orang demo menolak semua," tutur Yuri.
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Wiranto menyebut pemerintah Indonesia telah menetapkan status siaga darurat virus corona (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan) |
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Wiranto mengatakan bahwa Indonesia telah menetapkan status siaga darurat virus corona. Berkenaan dengan hal itu, Yurianto tak menampik.
Yurianto mengatakan langkah itu telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana.
"Di dalam kaitan covid ini sepanjang kita masih memperkuat cegah tangkal, menguatkan masyarakat, melakukan observasi terhadap penduduk kita [dugaan terjangkit virus corona] itu masuk siaga darurat," tuturnya.
Status siaga darurat akan berganti menjadi tanggap darurat. Itu akan dilakukan pemerintah andai ditemukan seseorang yang positif terinfeksi virus corona.
"Kapan tanggap bencana? begitu ketemu satu confirm positif [virus corona], mudah-mudahan tidak pernah," lanjutnya.
[Gambas:Video CNN]
"Alhamdulillah tidak pernah [tanggap darurat], kalau siaga darurat iya, pada waktu SARS, kalau MERS siaga terus sampai sekarang," tuturnya. (khr/bmw)
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Wiranto menyebut pemerintah Indonesia telah menetapkan status siaga darurat virus corona (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)