13.843 Rumah Terendam Banjir di Bandung Selatan

CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 11:32 WIB
13.843 Rumah Terendam Banjir di Bandung Selatan Ilustrasi banjir di Bandung Selatan. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Bandung, CNN Indonesia -- Ribuan rumah di Bandung Selatan terendam banjir imbas hujan deras dalam beberapa hari terakhir di daerah aliran Sungai Citarum. Banjir di Kabupaten Bandung itu meliputi tiga kecamatan yaitu Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Baleendah, dan Kecamatan Bojongsoang.

Data laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung pada Senin (17/2) pukul 23.00 WIB hingga Selasa (18/2) pagi, genangan air masih menerjang tiga kecamatan dengan ketinggian mulai dari 10-170 cm.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin mengatakan jumlah rumah terendam banjir di Kecamatan Dayeuhkolot mencapai 2.593 unit. Selain rumah, delapan tempat ibadah dan dua sekolah ikut diterjang banjir.


"Sedangkan di Kecamatan Baleendah jumlah rumah terendam mencapai 10.800 unit, 67 tempat ibadah dan 45 sekolah," ujarnya melalui keterangan tertulis.

Sedangkan di Kecamatan Bojongsoang, banjir merendam 450 rumah. Total terdampak banjir di Kabupaten Bandung mencapai 13.843 rumah.

Di tiga kecamatan itu, lanjut Enjang, ratusan orang terpaksa mengungsi. Di Kecamatan Dayeuhkolot, ada 3.832 kepala keluarga (KK) atau 12.633 jiwa yang terdampak bencana banjir.

Dari jumlah itu sebanyak 71 KK atau 205 jiwa terpaksa mengungsi ke sejumlah tempat. Di antaranya di PLN Desa Citeureup, Masjid Ash-shopia, Masjid Martadinata, Aula Desa Dayeuhkolot dan Kantor RW setempat.

Sementara itu, di Kecamatan Baleendah, sebanyak 21.402 KK atau 71.153 jiwa terdampak banjir yang tersebar di Kelurahan Andir dan Baleendah. Sebanyak 69 KK atau 200 jiwa mengungsi.

[Gambas:Video CNN]
Adapun di Kecamatan Bojongsoang, banjir berdampak pada 7.045 KK atau 20.850 jiwa dengan 2 KK atau 12 jiwa mengungsi di Gudang Tanggo Bojongsoang.

BPBD turut menginformasikan Jalan Andir-Katapang masih terendam banjir dengan ketinggian 10-140 cm, Jalan Raya Dayeuhkolot depan Metro ketinggian air 10-40 cm.

Lalu, Jalan Raya Baleendah-Dayeuhkolot ketinggian air 30 cm namun masih bisa dilalui roda dua dan empat. Begitu juga dengan Jalan Raya Banjaran-Dayeuhkolot ketinggian air 20 cm bisa dilalui kendaraan.

"Hingga saat ini, personel BPBD terus melaksanakan kaji cepat dan berkoordinasi dengan aparat setempat," kata Enjang. (hyg/wis)