Wasekjen PSI, Danik Eka Rahmaningtyas menjawab sindiran Ahok tersebut dengan ucapan terima kasih dan doa.
"Terima Kasih atas kritik Pak Ahok kepada PSI...Betul Pak, kami memang masih partai baru masih kecil, Insya Allah kami akan berjuang dengan apa yang kami punya," ujar Danik lewat video yang diunggah di channel Monologue TV, yang diakses CNNIndonesia.com, Selasa (19/2) malam. Akun tersebut kemudian juga diunggah ulang melalui akun twitter resmi PSI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Youtube]
Danik menggarisbawahi, kerja-kerja PSI selama ini karena inspirasi yang didapat dari nilai yang ditanamkan Ahok ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta.
"Kami, semua teman-teman PSI akan selalu mendoakan Bapak dan menjalankan nilai yang Pak Ahok perjuangkan di manapun bapak berada," ujar Danik.
[Gambas:Twitter]
Sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan alasan dirinya memilih masuk PDI Perjuangan (PDIP). Ahok mengakui bahwa PDIP merupakan salah satu partai nasionalis besar. Ahok menilai partai baru hanya bisa ngomong gede, sebab mereka belum teruji ketika masuk parlemen.
Eks Wagub pasangan Ahok, Djarot Saiful Hidayat turut mengilas balik peristiwa Ahok masuk PDIP. Djarot mengungkapkan bahwa jelang Pemilu 2019, Ahok menolak menjadi sosok pembesar Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
"Dia (Ahok) tidak mau namanya untuk dianggap atau meng-endorse, membesarkan maaf ya, Partai PSI," kata Djarot. (ain)