"Kita negosiasi dengan pemerintah Jepang, mau ikuti kita atau mereka dikte kita, atau kita yang bernegosiasi dengan mereka," ujar Terawan usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2).
Terawan belum mau merinci bentuk negosiasi yang dimaksud dengan pemerintah Jepang. Namun ia memastikan proses negosiasi dilakukan demi memulangkan 74 WNI dalam kondisi aman dan sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terawan mengklaim pemerintah sangat berhati-hati dalam proses memulangkan 74 WNI di kapal Diamond Princess tersebut. Proses pemulangan itu, menurutnya, tak boleh dilakukan dengan gegabah.
"Contoh sekarang, negara yang keburu-buru ngambil (warganya) coba. Australia itu dari negatif jadi positif (terinfeksi virus corona) kan," ucap Terawan.
"Kita mau seperti itu? Amerika sama juga kan? Masa mau ikuti yang seperti itu? Kita hati-hati," katanya.
[Gambas:Video CNN]
"Negara kita jauh sangat hati-hati dan mengikuti kaidah badan kesehatan dunia. Itu kita lakukan dengan tertib dan ketat. Taruhannya besar sekali, jadi saya minta juga para media ikut membantu supaya kita green zone," ucap Terawan.
Ia menegaskan bahwa negosiasi itu akan terus dilakukan sampai proses pendataan rampung dan muncul kesepakatan dengan pemerintah Jepang.
"Harus butuh negosiasi yang detail, yang baik, sehingga apa yang kita lakukan jangan sampai kita diketawain dunia di kemudian hari," imbuh Terawan.
Diketahui, ada 78 WNI di kapal pesiar Diamond Princess. Sebanyak 74 orang dinyatakan tidak terinfeksi, sementara 4 orang lainnya positif terinfeksi virus corona.
Kapal Diamond Princess sendiri kini bersandar pelabuhan Jepang. Para penumpang sempat dikarantina selama 4 hari. Ada yang sudah pulang ke negara masing-masing, ada pulang belum.