Dua Pasien yang Diisolasi di RSHS Bandung Negatif Corona
CNN Indonesia
Senin, 24 Feb 2020 14:18 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua orang yang sempat diisolasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, S (58) dan AS (55) dinyatakan tidak terinfeksi virus corona. Sedangkan satu pasien lainnya, RG (45), masih menunggu hasil laboratorium.
Ketua Tim Infeksi Khusus RSHS Bandung, Yovita Hartantri menjelaskan bahwa S sempat tinggal di Perth, Australia. Tak lama setelah berada di Indonesia, S merasa sesak napas, demam, batuk sehingga harus diisolasi di rumah sakit.
"Memang kita lihat di Perth di daerah di mana tidak ada kasus tapi yang bersangkutan tinggal di Australia," kata Yovita dalam keterangan kepada pers, Senin (24/2).
Selama dikarantina di RSHS, S diberikan perawatan intensif. Pula, telah diambil sampel dan dicek di Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkes. Usai dinyatakan tidak terinfeksi, S diperbolehkan pulang.
Sementara itu, AS sempat mengeluh sesak napas dan sakit dada serta demam. Dia sempat dirawat di RSUD Majalaya pada Jumat (21/2) sebelum dikarantina di RSHS.
"Sesampainya di sini, pasien tidak demam, tidak sesak dan tidak batuk. Hanya sebelumnya punya riwayat perjalanan ke Thailand. Terakhir kondisi pasien membaik dan pada pasien ini hasilnya negatif juga," ujar Yovita.
Kemudian pasien ketiga, yakni RG (45), sempat mengunjungi Vietnam dan Thailand. Sepulangnya dari kedua negara tersebut, pasien mengalami keluhan demam dan pilek.
[Gambas:Video CNN]
Hingga saat ini, RG masih dikarantina di RSHS. Tak seperti S dan AS yang telah dipulangkan lantaran dinyatakan tidak diinfeksi virus corona.
"Hasil rontgen pasien menunjukkan adanya infeksi paru. Pengambilan sampel sudah dilakukan dan yang bersangkutan dirawat di ruang isolasi. Kami masih menunggu hasilnya. Mudah-mudahan ada hasilnya sore ini," ujarnya.
Sebelumnya, RSHS Bandung kembali menangani tiga pasien dalam pengawasan dengan gejala mirip virus corona atau Covid-19. Ketiga pasien tersebut sempat diisolasi di Ruang Infeksi Khusus Kemuning (RIKK).
(bmw/hyg/bmw)
Ketua Tim Infeksi Khusus RSHS Bandung, Yovita Hartantri menjelaskan bahwa S sempat tinggal di Perth, Australia. Tak lama setelah berada di Indonesia, S merasa sesak napas, demam, batuk sehingga harus diisolasi di rumah sakit.
"Memang kita lihat di Perth di daerah di mana tidak ada kasus tapi yang bersangkutan tinggal di Australia," kata Yovita dalam keterangan kepada pers, Senin (24/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, AS sempat mengeluh sesak napas dan sakit dada serta demam. Dia sempat dirawat di RSUD Majalaya pada Jumat (21/2) sebelum dikarantina di RSHS.
Kemudian pasien ketiga, yakni RG (45), sempat mengunjungi Vietnam dan Thailand. Sepulangnya dari kedua negara tersebut, pasien mengalami keluhan demam dan pilek.
Hingga saat ini, RG masih dikarantina di RSHS. Tak seperti S dan AS yang telah dipulangkan lantaran dinyatakan tidak diinfeksi virus corona.
"Hasil rontgen pasien menunjukkan adanya infeksi paru. Pengambilan sampel sudah dilakukan dan yang bersangkutan dirawat di ruang isolasi. Kami masih menunggu hasilnya. Mudah-mudahan ada hasilnya sore ini," ujarnya.
Sebelumnya, RSHS Bandung kembali menangani tiga pasien dalam pengawasan dengan gejala mirip virus corona atau Covid-19. Ketiga pasien tersebut sempat diisolasi di Ruang Infeksi Khusus Kemuning (RIKK).