Menteri PUPR Basuki Ungkap Penyebab Banjir Jakarta

CNN Indonesia | Rabu, 26/02/2020 04:06 WIB
Menteri PUPR Basuki Ungkap Penyebab Banjir Jakarta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (CNN Indonesia/Feri Agus Setiawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyatakan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah pada Selasa (25/2) pagi terjadi lantaran kapasitas drainase yang lebih kecil dari curah hujan.

"Kalau menurut saya banjir Jakarta tadi pagi, kondisi sungainya yang status siaga 2 di Manggarai dan Karet, sedangkan yang lain masih (siaga) 4 dan 3. Jadi memang kapasitas drainasenya lebih kecil dari volume air dan kapasitas hujannya," ujar Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.


Untuk itu, pemerintah pusat terus berupaya mengatasi banjir di ibu kota. Menurutnya, banjir yang terjadi bukan hanya tanggung jawab pemerintah provinsi DKI Jakarta melainkan juga pemerintah pusat. Basuki meminta agar tak ada perbedaan kewenangan dalam menangani banjir.


"Kalau soal ibu kota negara, semua bertanggung jawab termasuk saya. Jangan dibeda-bedakan kewenangan karena ini ibu kota negara, yang penting jangan ada duplikasi pekerjaan," katanya.

Basuki mengatakan, pihaknya telah menyiapkan pompa mobile untuk mengantisipasi hujan deras yang diprediksi masih akan terus terjadi selama beberapa waktu ke depan. Ia juga telah meminta pada Menteri BUMN Erick Thohir agar membeli pompa mobile demi kebutuhan selama musim hujan. Sementara untuk pemeliharaan pompa, Basuki menyebut hal itu menjadi kewenangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Pompa-pompa yang terkait jalan nasional kita serahkan semua pada Gubernur Anies. Kita serahkan agar beliau bisa manage di satu tangan. Semua APBN kita serahkan supaya dikelola mereka," ucap Basuki.

Sementara untuk jangka panjang, Basuki berencana membangun rumah pompa di sejumlah lokasi. Pembangunan rumah pompa yang membutuhkan biaya Rp400 hingga Rp500 miliar ini ditargetkan rampung tahun depan.

[Gambas:Video CNN]

"Kami buat pompa di Sentiong, di hilir pompa Ancol, makanya kalau lagi pasang, Kali Item banjir. Sekarang sudah tender ini mau dibikin pintu kalau air laut pasang enggak bisa masuk. Mudah-mudahan tahun depan selesai karena pompanya besar sekali," terangnya

Hujan deras yang mengguyur Jakarta dari Senin (24/1) malam hingga Selasa pagi (25/1) membuat sejumlah ruas jalan tergenang.

Beberapa jalan dialihkan karena tidak bisa dilintasi kendaraan bermotor. BPBD DKI Jakarta mencatat ada 973 kepala keluarga dengan total 3.565 jiwa mengungsi akibat banjir. Mereka tersebar di 40 titik pengungsian. (psp/wis)