"Kegiatan tersebut masih dalam rangkaian pencarian para DPO tersangka NH (Nurhadi) dan kawan-kawan," ujar juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Rabu (26/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satgas pencarian Nurhadi terus bekerja keras melakukan pencarian, termasuk menggeledah sejumlah tempat," kata Firli dikonfirmasi terpisah.
Salah satu yang ditindaklanjuti adalah informasi dari Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar, mengenai keberadaan Nurhadi di salah satu apartemen mewah di Jakarta.
Lihat juga:KPK soal Harun Masiku: Belum Ada Kemajuan |
"KPK terus berkomunikasi dengan satgas yang dibentuk Kapolri," tutur Firli.
Firli menambahkan selain Nurhadi, KPK terus memburu para tersangka kasus suap lain.
Para tersangka yang diburu di antaranya Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim, serta Izil Azhar yang telah buron sejak setahun lalu. Namun, ia tak menjawab saat ditanya perkembangan pencarian Harun Masiku. Harun merupakan salah satu tersangka yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron.
[Gambas:Video CNN]
KPK sendiri telah menetapkan Nurhadi dalam DPO sejak Kamis (13/2) lalu. Langkah ini ditempuh karena tersangka kasus suap itu lima kali mangkir dari pemeriksaan.
Dalam kasus ini Nurhadi diduga menerima gratifikasi atas tiga perkara di pengadilan. Ia disebut menerima janji dalam bentuk 9 lembar cek dari PT MIT serta suap/ gratifikasi dengan total Rp46 miliar. (fra/wis)