KPK Telusuri Keberadaan Nurhadi di Apartemen, Hasilnya Nihil

CNN Indonesia | Rabu, 19/02/2020 22:42 WIB
KPK mengklaim telah menelusuri sejumlah apartemen mewah di Jakarta maupun di kota lain, namun belum menemukan tersangka Nurhadi. Eks Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi selesai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Selasa 24 Mei 2016. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti informasi yang dilontarkan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Haris Azhar mengenai keberadaan tersangka eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi di salah satu apartemen mewah di Jakarta.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, mengatakan pihaknya telah menelusuri sejumlah apartemen mewah yang ada di Jakarta, maupun di luar Jakarta.


"Pasti, pasti. Penyidik pasti menelusuri itu. Bahkan, tidak hanya satu tempat, bahkan lebih dari tiga tempat. Kalau informasi yang di Jakarta, itu hanya salah satunya. Kami pastikan tidak hanya satu tempat. Tidak hanya di Jakarta, di luar Jakarta juga," kata Ali kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (19/2) malam.


Ali enggan membeberkan apartemen mana saja yang sudah disambangi penyidik. Ia hanya berujar, sampai hari ini penyidik belum berhasil menangkap Nurhadi.

"Informasi terakhir memang sampai malam hari ini belum mendapatkan atau belum bisa menangkap dari para tersangka. Namun, terus kami melakukan pemantauan kepada para tersangka," ucapnya.

KPK Telusuri Keberadaan Nurhadi di Apartemen, Hasilnya NihilPelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan pihaknya belum menemukan tersangka Nurhadi, eks sekretaris MA. (CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)
Juru bicara berlatar belakang jaksa ini kembali mengulang pernyataannya mengenai bagi siapa pun masyarakat yang mengetahui keberadaan Nurhadi, diharapkan dapat melapor kepada KPK. Ia meyakini setiap informasi yang diterima akan ditindaklanjuti.

"Jika kemudian masyarakat siapa pun kemudian memiliki informasi terkait dengan keberadaan dari para tersangka ini tentunya silakan sampaikanlah kepada KPK," ujarnya.

Sebelumnya, Haris Azhar menyatakan telah mengetahui keberadaan Nurhadi di salah satu apartemen mewah yang berada di Jakarta. Ia menyebut KPK sebenarnya sudah mengetahui keberadaan Nurhadi namun tidak berani menangkapnya. Nurhadi, menurut dia, mendapat perlindungan yang disebutnya golden premium protection.

"DPO formalitas karena KPK enggak berani tangkap Nurhadi dan menantunya [Rezky Herbiyono]. Jadi status itu. Jadi, kan, lucu," ujar Haris di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (18/2).

Ia menanggapi santai permintaan KPK agar memberikan informasi utuh perihal keberadaan Nurhadi.

"Itu tugas KPK [menangkap Nurhadi]. Jangan nanya ke saya dong tempatnya. Kan alamatnya ada di penyidik. Cek apa betul ada penjagaan, apa betul NHD [Nurhadi] ada di sana," kata Haris kepada CNNIndonesia.com, Selasa (18/2).


[Gambas:Video CNN] (ryn/pmg)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK