"Ya, memang itu kan rahasia. Itu kan ada kode etik. Kalau dia kena covid-19 (corona) baru kami omongkan. Kalau tidak kan kami enggak bisa sebutkan dong," ujar Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Direkturnya langsung (saya ketemu) dan sudah diberi list datanya tentang dia, dan hasilnya negatif (virus corona)," katanya.
Simulasi penanganan virus corona di RSUP Kariadi Semarang. (CNN Indonesia/Damar) |
"Itu memang prosedur terhadap mereka yang meninggal karena penyakit itu. Tapi dipastikan bukan corona virus, memang sejak dulu sudah ada prosedurnya. Enggak ada (tertutup), kami terbuka," terang Muhadjir.
Pihak rumah sakit menjelaskan pasien tersebut dirawat di RSUP Kariadi sejak 19 Februari lalu, pasien tersebut ditempatkan di ruang isolasi khusus dan steril karena gejala yang dialami mirip virus corona. Pasien menderita demam tinggi, batuk dan sesak napas setelah bepergian dari Spanyol dan Dubai.
"Tindakannya seperti kita menangani pasien-pasien sebelumnya atau flu burung pasien dengan apa yang dengan penularannya tinggi kita lakukan perlakuan khusus. Pasien itu dibersihkan di ICU kemudian dilapisi tiga lapisan plastik, pasien tidak boleh dimandikan di rumah jadi dimandikannya di ICU bungkus 3 lapis plastik kemudian kita masukkan di peti dan kita berpesan kepada keluarga bahwa peti tidak boleh dibuka," ujar Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUP dr Kariadi, Nurdopo Baskoro kepada CNNIndonesia.com, Rabu (26/2).
[Gambas:Video CNN] (psp/pmg)
