DPRD DKI Desak Pansus Banjir Audit Izin Jakarta Garden City

CNN Indonesia | Kamis, 27/02/2020 16:50 WIB
Proyek pembangunan Jakarta Garden City diduga menjadi biang penyebab banjir. DPRD DKI Jakarta mendesak Pansus Banjir memeriksa perizinannya. Proyek pembangunan Jakarta Garden City diduga menjadi biang penyebab banjir. DPRD DKI Jakarta mendesak Pansus Banjir mengecek perizinannya. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Eneng Malianasari menyatakan pihaknya akan mendesak pengecekan surat perizinan proyek AEON Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur, yang pembangunannya diduga menjadi biang penyebab banjir.

Pengecekan bakal dilakukan Panitia Khusus (Pansus) Banjir yang sudah dibentuk oleh DPRD DKI Jakarta.

"Kita sudah bentuk Pansus Banjir dengan segala macamya, kita harapannya bisa membedah seluruh perizinan termasuk Jakarta Garden City," kata Eneng kepada CNNIndonesia.com, Kamis (27/2).


"Dan bukan hanya JGC, seluruh bangunan yang diduga menjadi penyebab (banjir) akan diaudit," lanjut dia.


Eneng sepakat agar DKI memberikan sanksi kepada pengembang yang melanggar perizinan. Namun, dia pun menggarisbawahi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga harus introspeksi diri karena telah memberikan izin sebelum drainase selesai.

"Sepakat untuk memberikan sanksi sekaligus tapi ini tuh catatan buat kerja-kerja Pemprov buat kerja bener. Kan, yang salah juga bukan pengembangnya saja tapi Pemprov juga salah enggak ngecek," jelas dia.

Sebelumnya Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menyatakan JGC belum menyelesaikan sistem drainase di sekitar wilayah tersebut. Padahal pihaknya sudah melakukan tanda tangan kerja sama dengan Jakarta Garden City terkait kewajiban yang harus dilaksanakan.

DPRD DKI Desak Pansus Banjir Audit Izin Jakarta Garden CityPerumahan Perla, Kelurahan Rorotan, Kecamatan, Cilincing, Jakarta Utara, terendam banjir pada Rabu (26/2). Perumahan ini berada di seberang sungai JGC. (CNN Indonesia/Nadhen Ivan)


Salah satunya ialah pembangunan waduk untuk aliran air di sekitar kawasan tersebut. Hal itu tertuang dalam Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT).

"Desainnya sudah ada. Memang di situ sebetulnya kemarin sudah kita kasih saran untuk dibuat sodetan ke BKT (Banjir Kanal Timur)," kata Saefullah di Pintu Air Manggarai, Selasa (25/2).

Adapun kewajiban yang disebutkan Saefullah ialah menuntaskan waduk dengan fasilitasnya pompa dan saluran yang memadai. Kemudian, pengembang diminta untuk menyediakan lahan waduk sejumlah 25 hektare dan lain-lain.

"Jadi itu kewajiban yang tertuang dan sudah ditandatangani beberapa tahun yang lalu," kata dia.

Kasus ini mencuat ketika warga setempat berang karena banjir di sekitar kawasan tersebut. Warga sempat melempari mal AEON yang menyebabkan sejumlah fasilitas rusak.

Polres Metro Jakarta Timur telah menahan delapan orang tersangka kasus perusakan fasilitas di Mal Aeon Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur.

Direktur Resese Kriminal Umum (Direskrimum) Kombes Pol Suyudi Ario Seto menjelaskan enam dari delapan tersangka tersebut berstatus anak-anak.


[Gambas:Video CNN] (ctr/pmg)