Pemerintah Pastikan Garuda Jemput 68 WNI ABK Diamond Princess

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 28/02/2020 12:36 WIB
Pemerintah Pastikan Garuda Jemput 68 WNI ABK Diamond Princess Kapal Diamond Princess saat ini berada di Yokohama, Jepang. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memastikan pesawat maskapai Garuda Indonesia akan digunakan untuk menjemput warga negara Indonesia dari Kapal Diamond Princess di Jepang.

"Garuda," kata Muhadjir singkat saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Jumat (28/2).

Meski begitu Muhadjir tak merinci berapa pesawat yang akan digunakan untuk menjemput para WNI ini. Dia juga tak menjawab lebih lanjut terkait detail pasti kapan pesawat berpelat merah itu akan diterbangkan dari Bandara Soekarno Hatta ke Yokohama.


Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di Kapal Diamond Princess total berjumlah 68 orang. Pemerintah Indonesia sudah berkoordinasi dengan Jepang ihwal waktu penjemputan. 

[Gambas:Video CNN]

Proses evakuasi 68 ABK Kapal Diamond Princess akan memberlakukan standar protokol kesehatan secara ketat meski menggunakan pesawat. Muhadjir turut menyatakan ke-68 WNI itu akan menjalani pemeriksaan kembali setibanya di Indonesia.

Sebanyak 68 ABK ini juga akan turut diobservasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, bersama dengan 188 WNI dari kapal pesiar World Dream. Mereka akan menjalani karantina dan observasi risiko virus corona (Covid-19).

Sebelumnya, WNI yang berada di kapal Diamond Princess sendiri sudah meminta agar dijemput oleh Pemerintah Indonesia. Mereka bahkan merasa kecewa lantaran tak kunjung dijemput.

Di kapal Diamond Princess sendiri total terdapat 78 WNI, namun 8 dinyatakan positif virus corona, sementara dua lagi memilih untuk tidak dievakuasi. Saat ini, mereka yang dinyatakan positif corona masih menjalani perawatan di Jepang dan baru akan dipulangkan ke Indonesia setelah dinyatakan sembuh.

CNNIndonesia.com sudah mencoba mengontak pihak Garuda terkait hal ini, namun belum mendapat respons hingga berita ini diturunkan. (tst/stu)