Observasi Corona, Nelayan Dilarang Melaut di Pulau Sebaru

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 28/02/2020 14:39 WIB
Para nelayan dilarang melaut hingga radius sekitar enam kilometer dari Pulau Sebaru Kecil, lokasi observasi WNI akibat wabah virus corona. Para nelayan dilarang melaut hingga radius sekitar enam kilometer dari Pulau Sebaru Kecil, lokasi observasi WNI akibat wabah virus corona. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPD II KNPI Kepulauan Seribu, Lukman Hadi mengatakan para nelayan dilarang melaut hingga radius sekitar enam kilometer dari Pulau Sebaru Kecil. Pulau itu dijadikan lokasi observasi 188 WNI yang dievakuasi dari Kapal World Dream akibat wabah virus corona

"Nelayan, mereka tidak bisa melaut dan mencari ikan di sekitar perairan pulau tersebut," kata Lukman melalui pesan singkat, Jumat (28/2).

Selain itu, kata Lukman, sedikitnya 200 wisatawan telah membatalkan perjalanan mereka ke Kepulauan Seribu setelah mengetahui kabar bahwa Pulau Sebaru Kecil dijadikan tempat observasi WNI akibat wabah corona.


"Mereka yang kena dampak langsung," katanya.


Meski begitu Lukman tak merinci berapa total kerugian yang diterima warga sejak kabar Pulau Sebaru Kecil digunakan sebagai area observasi.

Saat ini pihaknya berencana melayangkan surat terbuka kepada presiden dan pemerintah terkait penggunaan Pulau Sebaru Kecil. Bahkan kata Lukman pihaknya akan menggelar aksi di depan Balai Kota sekaligus menyerahkan surat pernyataan yang telah ditandatangani oleh 1.300 warga Kepulauan Seribu.

"Aksi nanti sekalian penyerahan surat terbuka dari masyarakat Kepulauan Seribu lewat DPD II KNPI Kepulauan Seribu yang dilampirkan dukungan tanda tangan sekitar 1.300 orang warga Pulau Seribu," kata Lukman.

Lukman menjelaskan masyarakat Kepulauan Seribu rata-rata menolak penggunaan Pulau Sebaru Kecil untuk observasi wabah virus corona.

Menurutnya, warga Kepulauan Seribu yang hanya berjumlah sekitar 28 ribu jiwa ini mengalami ketakutan lantaran wabah yang telah menewaskan dua ribuan lebih masyarakat itu sewaktu-waktu bisa muncul di wilayah mereka.

Suasana Pulau Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu, Jakarta. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)


Alih-alih menggunakan Pulau Sebaru untuk observasi, pihaknya justru meminta agar 188 WNI itu diobservasi menggunakan kapal KRI milik TNI.

"Dengan radius 100 mil laut dari pulau berpenduduk, dan tidak diturunkan di Pulau Sebaru Kecil, tujuannya agar dapat diobservasi di lepas pantai dan tidak menimbulkan keresahan seperti saat ini, kapal KRI Soeharso juga memiliki fasilitas yang memadai untuk observasi," katanya.

Tak hanya itu, Lukman juga menyebut apabila pemerintah tetap memaksa melakukan observasi di Pulau Sebaru Kecil, maka pihaknya meminta sejumlah jaminan dari pemerintah.

"Kami minta kompensasi berupa jaminan kesehatan seperti fasilitas kesehatan, posko kesehatan, dan alat pendukung lainnya kepada masyarakat di wilayah terdekat yang dapat mendeteksi virus corona," kata Lukman.

Pihaknya juga meminta agar pemerintah bersedia mendatangkan dokter dan psikiater ke Kepulauan Seribu. Sebab menurut Lukman persoalan corona tak hanya berdampak pada kesehatan fisik tetapi juga berdampak pada kesehatan psikis.

Tak hanya itu, Lukman juga meminta agar Kementerian Kesehatan melakukan sosialisasi dan membuka fakta serta data dari 188 WNI yang akan diobservasi tersebut.

"Terakhir kami minta garansi keamanan terkait dengan kelangsungan sektor pariwisata yang selama satu dekade ini menjadi sumber ekonomi masyarakat selain perikanan," katanya.


[Gambas:Video CNN] (tst/pmg)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK