LAPORAN DARI SEBARU KECIL

Salat Jumat dan Khutbah Kemanusiaan Muhadjir di Sebaru Kecil

CNN Indonesia | Jumat, 28/02/2020 13:48 WIB
Salat Jumat dan Khutbah Kemanusiaan Muhadjir di Sebaru Kecil Suasana Pulau Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin (26/2/2020). Pulau tersebut akan menjadi lokasi observasi 188 WNI ABK World Dream. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Petugas gabungan proses observasi WNI penumpang Kapal World Dream menggelar salat jumat berjamaah di Pulau Sebaru Kecil, Jumat (28/2) siang.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bertindak sebagai khatib sekaligus imam. Salat digelar menjelang kedatangan WNI dari Kapal World Dream yang dijadwalkan merapat pukul 14.00 WIB

Pantauan CNNIndonesia.com, salat dilaksanakan di tanah kosong yang berada di bagian depan pulau. Para petugas menggelar sajadah di atas terpal yang dibentangkan. Salat yang dilaksanakan adalah jamak qasar, yakni 2 rakaat salat Jumat dan 2 rakaat salat ashar.


"Sebelum kita menolong yang datang, kita harus menolong diri sendiri dengan menjaga stamina dan kesehatan. Agar bisa melayani mereka dengan baik," kata Muhadjir dalam petikan khutbahnya.
Muhadjir mengakui bahwa salat jumat kali ini dalam suasana yang berbeda. Salat jumat kali ini, kata Muhadjir, di sela aktivitas dan tugas yang mulia tentang kemanusiaan.

"Tapi jangan sampai kemudian, upaya kita berbuat baik hasilnya tidak baik bagi diri kita," lanjut dia
Salat Jumat dan Khutbah Kemanusiaan Muhadjir di Sebaru KecilMenko PMK Muhadjir Effendy jadi imam dan khatib sala jumat di Pulau Sebaru Kecil. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

WNI yang berhasil dipindahkan dari kapal World Dream ke KRI Soeharso dijadwalkan tiba di Pulau Sebaru kecil pukul 14.00 WIB nanti.

Hingga berita ini ditulis, proses sterilisasi sudah mulai dilakukan. Pihak-pihak yang tidak berkepentingan telah diminta untuk meninggalkan pulau.

"Yang tidak berkepentingan akan keluar dari pulau ini, sehingga kegiatan observasi dapat terlaksana dengan baik," ucap Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya Yudo Margono, Jumat (28/2).

Pemerintah sebelumnya juga mengonfirmasi mengenai kemungkinan observasi dari WNI Kapal Pesiar Diamond Princess. Muhadjir memastikan proses evakuasi WNI dari kapal yang masih di perairan Yokohama itu akan dilakukan terpisah dengan rombongan World Dream, meski dalam satu Sebaru Kecil.

"Nanti ada dua blok, ada blok dari World Dream dan ada blok dari Diamond Princess. Untuk teknis tentu saja sudah kita bahas, daya dukung dari TNI dan BNPB, dan back up kesehatan dari Sesditjen P2P," kata Muhadjir. (yoa/ain)