Asosiasi Harap Jemaah Gagal Umrah Tak Minta Kembalikan Uang

CNN Indonesia | Sabtu, 29/02/2020 16:44 WIB
Asosiasi Harap Jemaah Gagal Umrah Tak Minta Kembalikan Uang Jemaah umrah di Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, gagal berangkat ke tanah suci karena penghentian visa sementara dari Arab Saudi terkait virus corona. (CNN Indonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Joko Asmoro berharap jemaah yang gagal maupun tertunda berangkat umrah tak meminta pengembalian ke biro perjalanan masing-masing.

Sebelumnya, ribuan orang gagal berangkat umrah setelah pemerintah Kerajaan Arab Saudi menghentikan sementara visa umrah. Menurut Joko permintaan pengembalian uang oleh jemaah akan merugikan semua pihak. "Kami harap calon jemaah enggak refund karena proses itu malah merugikan semua pihak," kata Joko di Jakarta, Sabtu (29/2).

Jika jemaah ingin tetap refund, kata Joko, tentu uang yang dikembalikan tidak penuh seutuhnya. Menurutnya, uang para jemaah akan terpotong biaya yang sudah terlanjur dikeluarkan. Selain itu, proses refund juga akan memakan waktu lama.


"Ini beda, bukan kayak gagal berangkat seperti agen yang sebelumnya. Ini kan sebenarnya dananya ada di mitra," ujarnya.

Joko menyatakan saat ini pihaknya sedang mengatur penjadwalan ulang keberangkatan para jemaah yang terkena dampak kebijakan Saudi terkait penyebaran virus corona. Ia belum mengetahui kapan Saudi akan membuka kembali pembuatan visa umrah.

Namun, Joko memastikan jemaah yang nantinya berangkat setelah Saudi mencabut larangan umrah ini tak perlu mengeluarkan biaya lagi. Meskipun, ia khawatir terjadi perbedaan harga akomodasi lantaran berdekatan dengan bulan Ramadan.

Menurutnya, biaya hotel akan mahal ketika perjalanan umrah dilakukan pada bulan Ramadan. Ia pun berharap para jemaah yang tertunda ini bisa diberangkatkan sebelum atau sesudah bulan Ramadan tahun ini.

"Kalau penundaan Insya Allah tidak akan ada masalah, kecuali yang visa," tuturnya.

Lebih lanjut, Joko mengaku biro perjalanan umrah akan mengalami kehilangan potensi penjualan sekitar Rp2 sampai Rp2,5 triliun per bulan akibat kebijakan Saudi tersebut.

Angka itu hasil hitungan dari jumlah rata-rata jemaah Indonesia yang berangkat umrah setiap bulan, yakni sekitar 100 sampai 150 ribu orang. Sementara biaya umrah minimum yang ditetapkan Kementerian Agama yakni Rp20 juta per orang.

[Gambas:Video CNN]
"Perusahaan umrah haji ini kan pelayanan ibadah. Potensi penerimaan penjualan dalam arti itu adalah dalam satu bulan itu, Rp2 sampai Rp2,5 triliun," tuturnya.

Pemerintah Saudi menghentikan sementara penerbitan visa umrah dan perjalanan wisata untuk sejumlah negara, termasuk Indonesia pada 27 Februari lalu.

Penghentian sementara ini adalah langkah Saudi mengantisipasi penyebaran virus corona. Kebijakan tersebut langsung berdampak terhadap masyarakat Indonesia yang ingin ibadah ke Tanah Suci. (fra/wis)