IDI Ingatkan Tak Ada Jaminan Indonesia Terbebas Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 29/02/2020 15:42 WIB
IDI Ingatkan Tak Ada Jaminan Indonesia Terbebas Corona Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Mohamad Adib Khumaidi. (CNN Indonesia/Melani Putri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Mohamad Adib Khumaidi menyatakan virus corona masih terus berkembang sehingga tak satu negara pun yang bisa menjamin terbebas dari virus tersebut.

"Virus ini masih berkembang, kita tidak bisa menjamin tidak ada corona di suatu negara, memang perlu penelitian lebih lanjut," kata Adib saat ditanya status bebas corona Indonesia, usai acara diskusi di Hotel Santika, Sabtu (29/2).

Dia menambahkan Indonesia berpeluang besar dimasuki virus corona. Katanya, perlu ada penelitian lebih lanjut terkait status Indonesia saat ini masih negatif corona.


"Peluangnya memang besar masuk ke Indonesia," ucap Adib. "Kalau kenapa belum masuk ke Indonesia mungkin nanti perlu ada penelitian terhadap gen orang Indonesia." 

Virus corona telah menyebar di berbagai negara di dunia. Hingga Sabtu ini total korban meninggal akibat wabah virus corona mencapai 2.924 orang.

Berdasarkan peta persebaran virus Corona dari Johns Hopkins CSSE, korban meninggal terbanyak masih berasal dari China Daratan yang mencapai 2.727 korban. 

Sementara itu, pemerintah Indonesia sampai hari ini mengklaim negatif corona. Balitbangkes turut meneliti 134 spesimen hingga 26 Februari pukul 18.00 WIB, seluruhnya dinyatakan negatif.

Meski demikian sebagian pihak menilai pemerintah belum sepenuhnya transparan dalam antisipasi wabah corona. 

Perdana Menteri Australia Scott Morrison misalnya, baru-baru ini mengungkapkan keraguan terkait status bebas corona Indonesia. 

"Itu [Indonesia] adalah negara yang sangat besar dan banyak pulau dan akan sangat sulit untuk memberikan jaminan absolut tentang jumlah tersebut," ujar Morrison dalam wawancara dengan stasiun radio Australia, 3AW.

[Gambas:Video CNN]

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI Teuku Riefky Harsya juga mengatakan pemerintah perlu lebih banyak bicara di forum-forum internasional untuk menyampaikan klarifikasi terkait corona.

"Fraksi Partai Demokrat DPR RI meminta Menteri Luar Negeri RI untuk segera memfasilitasi Menkes RI agar segera bertemu dengan seluruh duta besar negara sahabat untuk menjelaskan protokol yang sudah dilakukan Indonesia dalam penanganan kasus virus corona," kata Riefky lewat keterangan tertulis, Jumat (28/2).

Menurut Riefky, langkah tersebut wajib dilakukan pemerintah Indonesia. Dengan begitu, kata dia, kekhawatiran negara lain terhadap kemampuan Indonesia menghadapi corona bisa ditekan. (mln/wis)