Rute Evakuasi WNI Diamond Princess dari Kertajati ke Sebaru

CNN Indonesia | Minggu, 01/03/2020 16:49 WIB
BNPB mengungkapkan rute perjalanan 69 WNI yang merupakan kru Diamond Princess dari Jepang hingga tiba di Pulau Sebaru Kecil. Ilustrasi evakuasi kru Diamond Princess. (AP/Jae C. Hong)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan 69 Warga Negara Indonesia (WNI) yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) MV Diamond Princess di perairan Yokohama, Jepang akan melewati sejumlah rute untuk tiba di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo mengatakan mulanya para WNI akan berangkat dari perairan Yokohama ke Bandara Internasional Haneda sekitar pukul 17.00 waktu Jepang. Setelah itu, akan diterbangkan dengan pesawat milik Garuda Indonesia menuju Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat.

"Diperkirakan sampai di Kertajati pada Minggu malan (1/3/2020) pukul 22.30 WIB," ungkap Agus dalam keterangan resmi, Minggu (1/3).


Selanjutnya, para WNI yang sempat mengikuti masa karantina 14 hari di atas kapal itu akan diangkut oleh empat bus menuju milik Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat menuju Pelabuhan PLTU Indramayu. "Perjalanan kurang lebih dua jam," imbuhnya.

Setiba di Pelabuhan PLTU Indramayu, para WNI akan dibawa ke Pulau Sebaru Kecil menggunakan KRI dr Soeharso. Rencananya, mereka akan menjalani masa observasi di pulau tersebut bersama 188 WNI ABK MV World Dream di perairan Hong Kong yang sudah lebih dulu dievakuasi.

[Gambas:Video CNN]

Kendati begitu, observasi dilakukan secara terpisah dari para WNI ABK MV World Dream. Peserta observasi akan mendapatkan makan tiga kali sehari dan juga fasilitas cottage.

Lalu, juga mendapat fasilitas rumah sakit mini untuk memantau peserta observasi, tempat tidur di setiap kamar, kamar mandi, pendingin ruangan, hiburan tv, karaoke, peralatan olahraga, mesin cuci, perlengkapan mandi, dan sebagainya untuk kenyamanan peserta observasi. "Serta dilengkapi Base Transceiver Station (BTS) dari Telkom untuk memudahkan peserta observasi terhubung dengan keluarganya," katanya.

Lebih lanjut, Agus mengatakan Kepala BNPB Doni Mordano bersama Menteri Koordinator Bidang PMK Muhadjir Effendy akan memeriksa langsung kesiapan Bandara Kertajati, mulai dari sisi keamanan dan lainnya.

(uli/arh)