Cegah Corona, Wali Kota Depok Imbau Warga Setop Merokok

CNN Indonesia | Senin, 02/03/2020 14:54 WIB
Wali Kota Depok Mohammad Idris yakin merokok bisa membuat kondisi tubuh menjadi lemah, sehingga mudah terinfeksi virus corona (Covid-19). Wali Kota Depok Mohammad Idris mengimbau masyarakat berhenti merokok agar tubuh tetap kuat sehingga tidak terinfeksi virus corona (CNN Indonesia/ Ryan Hadi Suhendra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Depok Mohammad Idris meminta masyarakat menjaga kondisi tubuh agar tidak terinfeksi virus corona (Covid-19). Salah satu caranya dengan berhenti merokok, makan makanan yang sehat serta istirahat yang cukup.

Idris mengatakan itu usai ada 2 warga Depok yang positif terinfeksi virus corona tertular dari warga negara Jepang.

"Intinya bahwa masyarakat jangan panik. Lakukan tindakan antisipasi, yang penting setop merokok, tidur cukup, makan yang sehat. Ini tindakan antisipasinya," ucap Idris di Kantor Wali Kota Depok, Senin (2/3).


Idris menekankan bahwa virus corona menyerang seseorang yang tubuhnya dalam kondisi lemah. Merokok, kata Idris, salah satu faktor yang bisa membuat tubuh seseorang menjadi lemah. Oleh karena itu dia mengimbau masyarakat agar berhenti merokok.

"Virus akan serang tubuh yang lemah, kurang tidur, perokok berat. Merokok bisa buat daya tahan tubuh kurang," ucap Idris.

"Tetap tenang, berdoa. Kalau ada tetangga flu, suruh pakai masker, segera lapor ke tim medis dan 112," tambahnya

Idris juga meminta masyarakat agar lekas berobat ke puskesmas atau masyarakat jika mengalami gejala mirip corona, di antaranya demam, batuk dan sesak nafas. Gejala virus corona, kata Idris, mirip gejala flu.
[Gambas:Video CNN]
Selanjutnya, Idris berencana menerbitkan peraturan agar kegiatan belajar mengajar di sekolah diliburkan untuk sementara.

Presiden Jokowi baru saja mengumumkan kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia. Mereka yang terinfeksi adalah 2 warga Depok, seorang ibu (64) dan putrinya (31), akibat tertular warga negara Jepang.

Mereka kini diisolasi dan dirawat intensif di RS Sulianto Suroso, Jakarta. Pemerintah lalu mengimbau agar masyarakat Indonesia tidak panik usai penemuan kasus virus corona yang pertama.
(tst/bmw)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK