Depok, Kota Satelit yang Jadi Sorotan Usai Geger Corona

Tim, CNN Indonesia | Senin, 02/03/2020 14:29 WIB
Dua WNI yang dinyatakan positif corona berdomisili di kota Depok, wilayah termuda di Jawa Barat yang penduduknya hilir mudik ke Jakarta. Ilustrasi kota Depok. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kota Depok pada Senin (2/3) menjadi sorotan publik setelah dua warga negara Indonesia yang berdomisili di kota itu dinyatakan positif virus corona (Covid-19).

Mereka adalah ibu berusia 64 tahun dan anaknya yang berusia 31 tahun.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebut keduanya terinfeksi setelah kontak dengan warga Jepang.


Depok sendiri merupakan salah satu kota satelit atau kota penyangga dari provinsi DKI Jakarta. Kota yang dengan luas sekitar 200 km ini merupakan bagian dari provinsi Jawa Barat.

Depok sendiri resmi memiliki status sebagai kotamadya atau kota sejak 1999, tepatnya ketika UU nomor 15 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Kotamadya Daerah Tingkat II Cilegon, Depok dikeluarkan.

Salah satu wilayah termuda di Jawa Barat, kota Depok memiliki lokasi yang strategis karena diapit oleh Jakarta dan kota Bogor. Hal ini menyebabkan kota Depok tumbuh pesat dengan jaringan transportasi yang terhubungsecara regional dengan kota lainnya.

Depok berada di peringkat ke-17 kota padat penduduk di Indonesia. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pada akhir 2018 kurang lebih terdapat 2.330.333 penduduk di Depok.

Sebagai kota satelit, banyak penduduk Depok yang setiap hari datang ke Jakarta. Bukan untuk berlibur atau sekadar jalan-jalan, melainkan untuk berangkat kerja.

Kota Depok, Penyangga Jakarta yang Kini Digegerkan Corona


Transportasi yang banyak digunakan warga depok menuju Jakarta adalah Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline.

Terhitung ada lima stasiun KRL Commuterline di Depok, diawali dengan stasiun Pondok Cina dan diakhiri dengan stasiun Citayam.

Masih berdasarkan data BPS, sepanjang tahun 2018 total ada 51.311.886 perjalanan dari Depok ke Jakarta dari lima stasiun tersebut. Stasiun Depok menjadi tempat pemberangkatan menuju Jakarta dengan penumpang terbanyak, yaitu 18.177.959 perjalanan.

Pada urutan kedua ada stasiun Depok Baru dengan 11.713.906 perjalanan dalam satu tahun, diikuti stasiun Citayam dengan 11.303.145 perjalanan, stasiun Pondok Cina dengan 6.956.452 dan stasiun Universitas Indonesia dengan 3.160.424 perjalanan.

Bila dihitung secara rata-rata, setiap bulan ada 4.275.990 perjalanan dari Depok ke Jakatrta, atau secara harian 142.533 perjalanan.

Berdasarkan data kependudukan BPS Kota Depok hingga 2017, persentase kemiskinan di Kota Depok hanya sebesar 2,34 persen dari total jumlah penduduk.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebut dua WNI yang positif Virus Corona tinggal di Depok. Mereka terdampak setelah kontak langsung dengan warga Jepang dalam suatu acara di klub dansa.

Terawan mengungkapkan WN Jepang tersebut dinyatakan positif corona tersebut di Malaysia, setelah meninggalkan Indonesia.

Saat ini dua WNI yang positif virus corona dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Terawan mengatakan saat ini pihak rumah sakit mengisolasi pasien di ruang khusus yang tidak ada kontak langsung dengan orang lain.

[Gambas:Video CNN]



(adp/vws)