"Harus diingat ini penyakit self limited disease, penyakit yang bisa sembuh sendiri. Sama seperti virus lain," ujar Terawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3).
Terawan menambahkan, virus dengan jenis self limited disease seperti ini umumnya sembuh jika tubuh seseorang memiliki imunitas yang baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Terawan mengingatkan agar masyarakat menjaga kesehatan dengan meningkatkan imunitas tubuh. Jika imunitas tubuh baik, maka seseorang tak mudah terjangkit virus penyakit.
"Kan dari WHO yang sakit aja yang pakai masker. Yang sehat ndak usah, karena kalau sehat makai masker percuma dia nanti megang-megang tetap bisa kena," ucap Terawan.
Terawan saat jumpa pers di RSPI Sulianti Saroso, Senin (2/3), meminta masyarakat untuk tidak paranoid dalam menghadapi wabah virus corona. Terutama ketika dua warga Depok, Jawa Barat dinyatakan positif virus corona.
Terawan menyebut, paranoid yang berlebihan dapat menurunkan sistem imunitas atau kekebalan tubuh dalam melawan virus dan bakteri.
"Paranoid berlebihan bisa mempengaruhi imunitas, justru kalau imunitas turun lebih mudah terserang penyakit," ujarnya.
Ia menjelaskan virus corona tidak bisa berkembang di dalam tubuh yang sehat. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat.
"Yang penting menjaga perilaku hidup sehat, gerakan masyarakat sehat, supaya imunitas meningkat," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Pengobatan Mirip Influenza
Terawan lebih jauh menjelaskan, pengobatan pasien gejala virus corona sama dengan penyakit influenza. Pengobatan diberikan kepada pasien untuk meredakan gejala yang timbul seperti demam, flu, dan batuk. Pasien juga diberikan vitamin untuk memperkuat imunitas tubuh.
"Tidak diberi antibiotik karena bukan disebabkan bakteri, hanya pengobatan flu, serta diberikan vitamin dan makanan sehat untuk mengobati gejala yang timbul," jelasnya.
Direktur Utama (Dirut) RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril menambahkan mengatakan tidak ada pengobatan khusus untuk membunuh virus corona.
"Pengobatannya itu self limited disease, tidak ada pengobatan khusus, pasien akan sembuh sendiri dengan meningkatkan imunitas," ujarnya.
Presiden Joko Widodo sebelumnya telah mengumumkan dua WNI positif corona. Dua WNI itu diduga terinfeksi setelah bertemu dengan seorang warga negara Jepang yang dinyatakan positif corona.
RSPI Sulianti Saroso dipilih sebab memiliki spesialis infeksi penyakit menular serta perawatan ruang isolasi yang lengkap.
Selain dua pasien positif corona, RSPI juga merawat dua pasien di ruang isolasi. Namun mereka diketahui negatif virus corona usai tes spesimen oleh Balitbangkes.
"Ada 4 orang dirawat di ruang isolasi, dua itu pasien dari Depok, dua pasien lainnya sudah keluar hasilnya negatif," ucap Syahril. (psp/mel/osc)