Pemerintah Tak Larang WNA Masuk RI Usai Kasus Positif Corona

CNN Indonesia | Senin, 02/03/2020 17:54 WIB
Menkes Terawan memastikan pemerintah tak melarang warga negara asing terlepas dari kasus dua warga Depok positif virus corona usai tertular warga Jepang. Menkes Terawan (kanan) memastikan pemerintah tak melarang warga negara asing terlepas dari kasus dua warga Depok positif virus corona usai tertular warga Jepang. (CNN Indonesia/ Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah RI tidak membuat larangan warga negara asing (WNA) masuk ke Indonesia usai dua warga Depok dinyatakan positif virus corona. Mereka yang terinfeksi virus corona adalah seorang ibu (64) dan putrinya (31), setelah tertular warga negara Jepang.

"Enggak ada larangan opo-opo, enggak ada," kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Kantornya, Jakarta, Senin (2/3).

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono, mengatakan sampai saat ini belum ada notifikasi untuk Jepang.

"Sampai sekarang kita tidak memberikan notifikasi untuk Jepang," kata Anung di tempat yang sama.


Lebih lanjut, Terawan mengungkapkan dua orang yang terinfeksi corona itu dalam keadaan sehat. Saat ini keduanya tengah menjalani perawatan di RSPI Sulianti Saroso.

"Kondisinya baik, artinya enggak ada demam, enggak ada sesak napas, makan juga enak," ucap Terawan.

"Sehat seperti Anda ini, bisa bertanya, bisa duduk, bisa senyum, enggak sesak, tensi baik, nadi baik, tidak demam, tidak mual, tidak mencret, pokoknya tidaklah yang sakit-sakit itu," ujar dia lagi ketika minta ditegaskan mengenai sehat yang dimaksud.

Terawan menambahkan pihaknya bakal mengusahakan menyampaikan perkembangan informasi mengenai kondisi kedua orang tersebut. Hal itu, terang dia, dilakukan jika diizinkan pasien dan pihak rumah sakit.

"Besok-besok kalau pasien mengizinkan kita ekspose terus," ucap dia.

Presiden Joko Widodo sebelumnya menyebut dua WNI sempat berkontak dengan seorang warga negara Jepang yang positif virus corona. Keduanya ikut terpapar virus tersebut.

"Ada orang Jepang yang ke Indonesia kemudian tinggal di Malaysia. Dicek di sana ternyata positif Corona. Tim di Indonesia langsung menelusuri," kata Jokowi.

[Gambas:Video CNN]

DPR Minta Batasi Penerbangan

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ahmad Riza Patria meminta Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karta Sumadi mengkaji penyetopan izin penerbangan, baik yang masuk ataupun keluar Indonesia ke sejumlah negara.

Permintaan ini disampaikan Riza menyusul konfirmasi temuan warga Depok yang dinyatakan positif terjangkit virus corona covid-19.

Pemerintah perlu mempelajari kebijakan menyetop kedatangan jemaah umrah yang ditempuh oleh Arab Saudi dalam mengkaji penyetopan izin penerbangan masuk ataupun keluar Indonesia ini.

"Saya kira Menhub perlu mengkaji segera dengan cepat penerbangan-penerbangan ke negara mana yang harus dibatasi," kata Riza kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dia menyatakan bahwa pemerintah harus melakukan langkah preventif serta pencegahan yang luar biasa mengingat penyebaran virus corona merupakan masalah kompleks dan berat.

Menurutnya, kebijakan penyetopan izin penerbangan harus dilakukan pemerintah secara bijak, cermat, dan teliti karena Indonesia memiliki hubungan dagang Indonesia dengan sejumlah negara seperti China.

"Jadi corona ini perlu disikapi secara baik, bijak, cermat, teliti dan perlu hati-hati karena di banyak negara korbannya sudah banyak sekali," ujar Riza.

Senada, Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono juga meminta pemerintah menyetop sementara penerbangan masuk dan keluar Indonesia.

Ia juga meminta pemerintah memperhatikan gerbang-gerbang masuk ke Indonesia baik di bandara maupun pelabuhan.

"Setop sementara penerbangan dari negara-negara high alert, termasuk keberangkatan ke luar negeri," kata sosok yang akrab disapa Ibas itu.

[Gambas:Video CNN]


Di sisi lain, putra bungsu Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu meminta pemerintah melakukan sosialisasi yang benar tentang virus corona dan cara penanganannya. Ibas juga meminta pemerintah membentuk satuan tugas (satgas) lintas pemerintah pusat dan daerah untuk menangani penyebaran virus corona.

Selain itu, Ibas meminta pemerintah menyiapkan tenaga medis, perobatan, dan fasilitas penunjang rumah sakit di setiap tingkatan, menyiapkan anggaran cadangan untuk mitigasi virus corona, mengampanyekan budaya hidup sehat dan bersih, serta memperhatikan sendi-sendi logistik ketahanan pangan dan keluarga.

Ibas berharap pemerintah melakukan langkah-langkah dan memberikan solusi antisipasi penyebaran virus corona di tengah masyarakat.

"Pemerintah must do something! Bring hope and solution to the people! Lakukan sesuatu, belum terlambat sekali, tapi harus bergerak optimal sinergis," kata Ibas. (ryn/gil)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK