Muhammadiyah Siapkan 15 Rumah Sakit Khusus Tangani Corona

CNN Indonesia | Senin, 02/03/2020 18:58 WIB
Muhammadiyah menyebut 15 RS PKU yang di antaranya berada di Solo dan Yogyakarta, disiapkan untuk menangani pasien-pasien yang positif virus corona. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyatakan 15 RS PKU yang di antaranya berada di Solo dan Yogyakarta, disiapkan untuk menangani pasien-pasien yang positif virus corona. (CNN Indonesia/Thohirin).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan, ada 15 rumah sakit PKU Muhammadiyah yang siap untuk menangani pasien positif virus corona covid-19. Beberapa rumah sakit itu di antaranya ada di Solo dan Yogyakarta.

"Kami siap membantu tangani corona, kami punya 15 (rumah sakit) di beberapa kota besar," ujar Haedar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3).

Haedar menyebut pihaknya juga telah melakukan simulasi langsung penanganan pasien yang positif virus corona di rumah sakit tersebut. "Bahkan RS PKU di Solo di mana cucu presiden dua-duanya lahir di sana sudah simulasi dan insyaallah akreditasi sudah internasional. Kami siap," katanya.


Haedar mengimbau masyarakat tak panik terhadap penyebaran virus corona menyusul dua WNI asal Depok, Jawa Barat, yang positif virus corona. Ia meminta masyarakat tetap mengandalkan pihak medis jika mengalami gejala yang mirip virus corona.

"Yang penting masyarakat tidak panik dan tetap andalkan usaha yang sifatnya medis. Infrastruktur rumah sakit juga harus siaga semua dan tentu kita sambil terus ikhtiar dan berdoa," tuturnya


Sumatera Utara Siagakan 4 Rumah Sakit

Di tempat terpisah, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyatakan pihaknya telah menyiapkan empat rumah sakit untuk menangani virus corona covid-19. Edy mengklaim fasilitas dan alat di rumah sakit tersebut memadai untuk mendeteksi pasien-pasien yang terkena virus covid-19.

"Kita siapkan tempat evakuasi, ada empat rumah sakit yang disiapkan di bawah kendali Rumah Sakit Adam Malik Sumut. Sudah disiapkan juga dinas kesehatan terpadu untuk mencegah dengan alat-alat tertentu sehingga bisa deteksi orang yang kena virus," ujar Edy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3).

[Gambas:Video CNN]
Edy juga mengimbau warga Sumut untuk membatasi pertemuan yang melibatkan orang banyak. Terlebih, wilayah Sumut juga berbatasan tak terlalu jauh dengan Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand.

"Kita imbau seluruh masyarakat Sumut batasi kegiatan yang tak perlu. Kita imbau masyarakat mengamankan diri sehingga tercegah dari wabah," katanya.

Senada, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, pihak pemprov juga terus memantau warga Jateng yang mengalami gejala serupa virus corona. Ia memastikan sejumlah ruang isolasi yang disiapkan bagi warga yang terjangkit virus tersebut.

"Semua di Jateng yang panas-panas, sumeng-sumeng, pilek, batuk semuanya kita awasi dan kita catat. Kita tidak mau berjudi, kita tidak mau gambling pada soal itu, semua mesti serius," ucap Ganjar.

Ia juga menyatakan akan terus memantau sejumlah fasilitas umum seperti bandara, pelabuhan, dan stasiun. Politikus PDIP itu menyatakan telah meminta agar ada tenaga medis yang selalu berjaga di tempat-tempat tersebut.

Presiden Joko Widodo sebelumnya telah mengumumkan keberadaan dua WNI yang positif corona. Dua WNI perempuan 64 tahun dan putrinya 31 tahun itu diduga terinfeksi setelah bertemu dengan seorang warga negara Jepang yang dinyatakan positif virus corona.

Kedua WNI asal Depok, Jawa Barat itu saat ini tengah menjalani perawatan di RSPI Sulianto Suroso, Jakarta. (psp/osc)