Semeru Erupsi, Warga Diminta Waspadai Jalur Awan Panas

CNN Indonesia | Selasa, 03/03/2020 21:25 WIB
Semeru Erupsi, Warga Diminta Waspadai Jalur Awan Panas Gunung Semeru, Jawa Timur mengeluarkan awan panas hingga 3 kilometer (AFP PHOTO / Tarko SUDIARNO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gunung Semeru, yang berlokasi di antara Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur erupsi atau mengeluarkan awan panas hingga tiga kilometer dari puncak. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Subagyo mengatakan itu terjadi pada pukul 17.33 WIB, Selasa (3/3).

Saat ini gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut berstatus level II atau waspada.

"Gunung Semeru mengeluarkan guguran awan panas hingga sejauh tiga kilometer sebagaimana yang dilaporkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Subagyo melalui pesan dijital," ucap Agus melalui siaran pers.


Guguran awan panas terlihat dengan amplitudo maksimal 23 milimeter dengan lama gempa hingga 540 detik. Luncuran awan panas mengarah ke Besuk Kembar dan Besuk Bang dari pusat guguran awan panas dengan jarak kurang lebih 750 meter dari kawah utama.

Subagyo mengatakan fenomena tersebut sering terjadi. Bukan baru kali ini saja.

Kendati demikian, BPBD dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat agar waspada. Jangan ada yang beraktivitas di radius satu kilometer dan sekitar empat kilometer dari lereng bagian selatan-tenggara yang merupakan jalur luncuran awan panas dari kawah utama.

"Masyarakat juga diharapkan agar selalu waspada terhadap potensi luncuran awan panas di Kawah Janggring Saloko agar kemudian fenomena alam tersebut tidak menjadi bencana," ucap Subagyo.

[Gambas:Video CNN]
Gunung Semeru juga sempat erupsi pada 17 Januari lalu. Awan panas dan abu yang keluar mencapai 400 meter dari puncak. 

Sebelumnya, Gunung Merapi di Jawa Tengah juga erupsi pada pukul 05.22 WIB, Selasa (3/3). Tinggi erupsi mencapai sekitar 6 ribu meter dari puncak Merapi.

Erupsi ini bukan pertama kali lantaran pernah terjadi pada 13 Februari 2020 lalu. Namun, erupsi kali ini diyakini lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Bandara Adi Sumarmo, Solo sempat ditutup lantaran penerbangan berpotensi terganggu material vulkanik dari Gunung Merapi. Kini, sejak pukul 15.49 WIB Selasa (3/3), bandara sudah dibuka kembali. (frd/bmw)