Wali Kota Depok Minta Warga Tak 'Baper' agar Terhindar Corona

CNN Indonesia | Rabu, 04/03/2020 16:47 WIB
Wali Kota Depok Mohammad Idris yakin terbawa perasaan (baper) bisa membuat daya tahan tubuh menjadi lemah, sehingga mudah terinfeksi virus. Wali Kota Depok Mohammad Idris meminta masyarakat tidak 'baperan' soal virus corona agar tidak stress dan tidak mudah terinfeksi (Detikcom/Fida)
Depok, CNN Indonesia -- Wali Kota Depok Mohammad Idris meminta masyarakat agar tidak terlalu khawatir dan berpikir macam-macam mengenai virus corona (Covid-19). Menurutnya, itu bisa membuat stress, sehingga melemahkan daya tahan tubuh lalu rentan terinfeksi virus corona.

"Jangan sering baperan (terbawa perasaan). Ini bahaya, sebab sering baperan bisa stress. Stres lama-lama bisa jadi depresi," kata Idris saat membuka acara Forum Komunikasi Pemerintah Kota, di Alun-alun Kota Depok, Rabu (4/3).

"Depresi inilah yang paling utama menyebabkan daya tahan tubuh kita menurun drastis," tambahnya.


Idris juga meminta masyarakat tidak panik. Jangan melakukan tindakan yang berlebihan sejak virus corona perdana ditemukan di Indonesia.

Misalnya mengenai langkah sejumlah orang yang menyerbu pasar swalayan lalu membeli sembako dalam jumlah besar. Menurut Idris, warga Depok tidak perlu melakukan itu dan tetap tenang.

"Orang belanja banyak, ikut-ikutan. Jangan sampai panic buying, ini bahaya. Panic buying ini bahaya," kata dia.

Idris mengimbau masyarakat agar fokus menjaga kesehatan masing-masing. Menurutnya itu lebih baik ketimbang terhanyut dalam kepanikan.

"Jangan sampai kita melakukan itu atau ikut-ikutan. Yang penting intinya, kuncinya, semua para dokter, semua para medis, sepakat, kita jaga dan tingkatkan daya tahan tubuh kita dengan cara tadi, pola hidup dan pola makan kita baik," tambahnya.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, pemerintah mengumumkan ada dua warga Depok yang positif terinfeksi virus corona. Mereka kini diisolasi di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta.

Sejauh ini, pemerintah menyatakan bahwa kondisi mereka semakin membaik. Mereka sudah menjalin komunikasi dengan kerabat serta sudah mengecek akun media sosial masing-masing.

Mengenai hal itu, Idris mengatakan kedua warga Depok itu sempat pusing lantaran bermain medsos. Menurutnya, itu wajar karena memang ada begitu banyak informasi beredar di dunia maya.

"Puyeng saya bilang. Saya orang sehat saja sering puyeng dengan medsos. Makanya dihindari saya bilang," katanya.
(thr/bmw)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK