PKS Minta Jokowi Tak Buat Gaduh Soal Kepala Otorita Ibu Kota

CNN Indonesia | Selasa, 10/03/2020 15:24 WIB
PKS mengkritisi Jokowi yang buru-buru melempar empat nama calon kepala otorita ibu kota baru padahal undang-undangnya belum dibahas. Ilustrasi ibu kota negara baru. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk tidak membuat gaduh dengan melempar empat nama calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara baru ke publik.

padahal, katanya, perundangannya sendiri belum dibahas di Dewan dan masih sebatas lisan.

"Belum dibahas di DPR tiba-tiba meloncat ke pimpinan otorita. Menurut saya itu satu hal yang harus dihindari supaya mengurangi kegaduhan. Ini Indonesia sudah sangat gaduh," kata Hidayat saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (10/3).


Hidayat menuturkan seharusnya Jokowi merampungkan dulu rancangan undang-undang pemindahan ibu kota, lalu memikirkan revisi Undang-Undang 29 Tahun 2007 tentang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara.

"Harusnya yang dilakukan pemerintah jangan ke sana ke mari meminta dukungan investasi bla bla, sementara payung hukumnya belum ada," ujar dia.

Saat ditanya sikap PKS terhadap wacana pemindahan ibu kota negara, Hidayat menegaskan partainya menolak karena pemindahan ibu kota dari Jakarta belum diperlukan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan empat nama calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara, yakni Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro, mantan Dirut PT Pembangunan Perumahan Tumiyana, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

[Gambas:Video CNN]
Terpisah, Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia mengaku belum tahu soal konsep Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara baru. Ia hanya berandai-andai posisi itu serupa dengan Kepala Badan Otorita Batam.

"Sampai sekarang juga ada Badan Otorita Batam, itu misalnya. Makanya nanti kita lihat, konsepnya seperti apa," kata Doli ditemui di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Senin, dikutip dari Antara.

"Tunggu saja, drafnya katanya mau dikirim," imbuh dia.

Soal nama-nama calon, Doli menyebut itu kemungkinan terkait pelibatan soal konsep ibu kota nantinya.

"Nama-nama itu kan bukan nama yang sudah diusulkan final untuk dibuat badan. Cuma kira-kira Pak Presiden mengatakan; empat itulah nanti yang akan jadi calon kalau nanti badan otorita itu dibentuk. Saya kira kita berikan apresiasi saja," kata Doli.

(dhf/arh)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK