"Coba, kalau paling banyak orang Indonesia pergi kemana aja. Ya dekat-dekat aja, enggak jauh-jauh, situ-situ aja," ujar Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3).
Yurianto mengatakan, WNI yang terpapar karena imported case ini umumnya baru pulang dari berlibur atau berkunjung ke rumah kerabatnya di luar negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini yang menjadi perhatian karena mereka datang dari negara-negara yang sudah banyak penularan. Sama dengan Malaysia yang mewaspadai kita juga," katanya.
Pemerintah sebelumnya sudah membuat kebijakan untuk membatasi masuknya warga dari tiga negara, yakni Korea Selatan, Iran, dan Italia.
Namun, dia memastikan akan tetap melakukan tracing atau pelacakan dari hasil kontak para pasien yang merupakan imported case.
"Mereka kan terdeteksi setelah di sini beberapa hari, oleh karena itu tracing terus kami lakukan," terang Yurianto.
Dari 34 kasus itu, ada satu pasien positif virus corona, yakni nomor 25 dinyatakan meninggal dunia, Rabu (11/3) dini hari.
Pasien yang merupakan WNA itu meninggal karena komplikasi penyakit lain yang sudah lebih dulu diderita, yakni diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan paru obstruksi menahun.
[Gambas:Video CNN] (psp/osc)