Menurutnya, pengunduran diri Roy sebetulnya dilakukan di waktu yang tidak tepat karena Demokrat sedangkan melaksanakan persiapan Kongres V yang rencananya berlangsung 14 hingga 16 Maret 2020 mendatang.
"Pengunduran ini mengagetkan kami karena partai dan kader semua sedang fokus persiapan kongres. Momen yang tidak tepat untuk mundur sebetulnya, jadi itu yang membuat kami kaget," kata Ferdinand lewat pesan singkat, Rabu (11/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, lanjutnya, pengunduran diri Roy itu tidak akan memengaruhi solidaritas dan kekuatan Partai Demokrat.
Namun, ia berpendapat bahwa SBY akan menyetujui pengunduran diri Roy tersebut.
"Pak SBY belum bersikap karena beliau lagi fokus untuk mensukseskan kongres Demokrat. Saya pikir Pak SBY akan menyetujui pengunduran diri tersebut karena kami meyakini patah tumbuh hilang berganti adalah sebuah keniscayaan," ungkap Ferdinand.
Roy mengumumkan pengunduran diri dari Partai Demokrat. Roy mengaku sudah melayangkan surat pengunduran diri ke SBY.
Dalam keterangan pers, Roy menyampaikan surat pengunduran dirinya telah diterima asisten pribadi SBY. Sehingga ia menyatakan resmi pamit dari Demokrat per hari ini.
"Saya sudah menyerahkan surat pengunduran diri di semua posisi dan jabatan di Partai Demokrat, termasuk selaku kader setelah kurang lebih 15 tahun berpolitik," kata Roy dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (11/3).
Roy mengakui surat tak langsung diterima SBY. Sebab SBY sedang mempersiapkan pidato untuk Kongres V Partai Demokrat di Jakarta pada 14-16 Februari 2020. Dia mendoakan kongres itu berjalan lancar.
[Gambas:Video CNN]
(mts/age)