Mahfud Sebut Pusat Akan Ikut Atur Alokasi Dana Otsus Papua

CNN Indonesia | Jumat, 13/03/2020 04:50 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD menyebut penyaluran dana otsus Papua akan diperbaiki karena selama ini masih memiliki manfaat namun kurang terpadu. Menko Polhukam Mahfud MD menyebut dana otsus Papua akan disalurkan dengan lebih terpadu dan terpandu. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pemerintah mengkaji untuk membelanjakan dana otsus Papua secara bersama-sama antara Pusat dan Daerah.

Hal itu dikatakannya terkait perbaikan dalam sistem penyaluran dana otsus itu seiring dengan berakhirnya kebijakan Otsus Papua pada November 2021.

Mahfud mengatakan, perbaikan ini berkaitan dengan sistem pencairan dari pusat ke daerah. Nantinya, sistem pencairan dana Otsus ini akan menggunakan mekanisme Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi.


"Artinya nanti terpadu dan terpandu, tidak bisa diserahkan seperti dulu, jalan sendiri," kata Mahfud di Gedung Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu Malam (11/3).

Dalam rapat bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (11/3), Mahfud menjelaskan ada beberapa hal yang dibahas mengenai Papua, salah satunya pertimbangan soal dana otsus ini.

Pertimbangan itu berkaitan dengan dilanjutkan atau tidaknya pemberian dana khusus tersebut.

"Kalau ada manfaatnya diperpanjang, kalau tidak ada manfaatnya, tidak. Ternyata manfaatnya ada, cuma belum terpadu dan belum terpandu," jelas Mahfud.

Oleh karena itu, pemerintah sepakat akan memperpanjang pemberian dana otsus ini dengan catatan pemerintah pusat dan pemerintah daerah sama-sama bertanggung jawab dalam hal alokasi dana otsus itu.

[Gambas:Video CNN]
"Sekarang akan dipadukan dan dipandu sehingga hubungan pusat dan daerah itu sama-sama bertanggung jawab," kata dia.

"Yang pusat jangan hanya sekadar menggelontorkan, yang daerah jangan sekadar belanja, tapi ketemu di sini (Jakarta), menggelontorkan dana, lalu membelanjakan, bertanggung jawab sama-sama. Agar ada bermanfaat bagi masyarakat," jelasnya.

Diketahui, dana otsus Papua yang mencapai 2 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) nasional selama ini disalurkan dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke  Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dalam tiga tahap.

Tahap I sebesar 30 persen, disalurkan paling cepat Maret. Tahap II mencapai 45 persen, disalurkan paling cepat Juli. Tahap III sebesar 25 persen, disalurkan paling cepat Oktober. Daerah kemudian mengalokasikannya ke pos-pos yang diatur sendiri.



(tst/arh)