Wawan dinilai terbukti bersalah memprovokasi massa dalam aksi demo di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada 10 Mei 2019 lalu.
"Mengadili menyatakan terdakwa Hermawan Susanto alias Wawan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana berusaha membuat menggerakkan orang lain atau melakukan atau turut serta melakukan terhadap kejahatan makar," kata Ketua Majelis Hakim Makmur di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (12/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, hal yang meringankan, Wawan belum pernah dihukum, bersikap sopan selama di persidangan, masih relatif muda.
Majelis hakim memerintahkan agar Wawan segera dibebaskan dari tahanan. Masa tahanan yang telah dijalani oleh Hermawan dikurangi seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.
"Memerintahkan agar terdakwa dikeluarkan dari tahanan rumah tahanan negara," tegasnya.
Wawan terbukti melanggar Pasal 104 juncto 110 ayat (2) KUHP. Pasal tersebut menyatakan, makar yang dilakukan dengan niat hendak membunuh Presiden atau Wakil Presiden atau dengan maksud hendak merampas kemerdekaannya atau hendak menjadikan mereka itu tiada cakap memerintah, dihukum mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun.
Perkara ini bermula saat Wawan ikut unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu, Sarinah, Jakarta pada Mei 2019 lalu. Videonya beredar viral. Dalam video itu, Wawan terlihat berbicara dengan bernada ancaman.
"Dari Poso nih, siap penggal kepalanya Jokowi, Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya dari Poso, demi Allah," kata Hermawan dalam video tersebut.