Per hari ini, Yurianto menyatakan ada tambahan 35 pasien positif sehingga total ada 69 pasien Covid-19 di Indonesia sejak terungkap kasus pertama pada awal Maret lalu.
"[Pasien] nomor 49, laki-laki 3 tahun. Kondisi sakit, ringan-sedang," ujar pria yang karib disapa Yuri itu dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (13/3) petang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Yuri mengabarkan pemerintah Indonesia sudah memutuskan mulai Senin (16/3), pemeriksaan laboratorium atas spesimen tak hanya dilakukan di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes.
Ia mengatakan itu bakal bisa dilakukan di beberapa lembaga seperti di Universitas Airlangga dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.
"Dan, beberapa tempat lagi saat ini sedang on the job training," katanya.
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kementerian Kesehatan agar laboratorium di luar Balitbangkes dapat ikut melakukan uji spesimen pasien terkait virus corona (Covid-19). Selama ini uji spesimen hanya dilakukan Balitbangkes yang berpusat di Jakarta.
"Mengenai pengecekan tadi sudah perintahkan ke Kemenkes agar lab di luar Balitbangkes bisa dilakukan," kata Jokowi dalam jumpa pers di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (13/3).
Dua hari sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendorong pemerintah daerah dilibatkan dalam melakukan tes Virus Corona. Mereka mengklaim pihaknya bisa melakukan uji itu secara mandiri.
Selain itu Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk kasus virus corona, Zubairi Djoerban, menyarankan pemerintah membuka lebih banyak rumah sakit untuk tes spesimen Covid-19. Zubairi khawatir ke depan Indonesia kesulitan melakukan uji tes virus corona jika tes spesimen hanya dilakukan di Balitbangkes.