Dua Anak Usia 2 dan 3 Tahun Positif Corona

CNN Indonesia | Jumat, 13/03/2020 17:34 WIB
Hari ini Jubir Pemerintah untuk corona mengumumkan 35 tambahan pasien positif corona, dua di antaranya adalah batita. Wartawan merekam Jubir Pemerintah untuk kasus corona, Achmad Yurianto, saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Pemerintah untuk kasus corona (Covid-19) Achmad Yurianto mengumumkan tambahan pasien positif terinfeksi berdasarkan hasil pelacakan atau tracing. Di antara kasus baru tersebut terdapat dua bayi usia tiga tahun ke bawah (batita).

Per hari ini, Yurianto menyatakan ada tambahan 35 pasien positif sehingga total ada 69 pasien Covid-19 di Indonesia sejak terungkap kasus pertama pada awal Maret lalu.

"[Pasien] nomor 49, laki-laki 3 tahun. Kondisi sakit, ringan-sedang," ujar pria yang karib disapa Yuri itu dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (13/3) petang.


"[Pasien nomor] 54, laki-laki, 2 tahun, nampak sakit-sedang," imbuhnya beberapa saat kemudian.

Yuri mengatakan tambahan pasien positif itu merupakan hasil pelacakan sejak dua hari lalu. Dua batita yang dinyatakan positif corona itu, kata Yuri, merupakan hasil lacak setelah didapati orang tuanya terinfeksi.

"Orang tua sakit, anak kena," kata pria yang juga Sesditjen P2P Kemenkes tersebut.

Selain itu, Yuri mengabarkan pemerintah Indonesia sudah memutuskan mulai Senin (16/3), pemeriksaan laboratorium atas spesimen tak hanya dilakukan di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes.

Ia mengatakan itu bakal bisa dilakukan di beberapa lembaga seperti di Universitas Airlangga dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

"Dan, beberapa tempat lagi saat ini sedang on the job training," katanya.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kementerian Kesehatan agar laboratorium di luar Balitbangkes dapat ikut melakukan uji spesimen pasien terkait virus corona (Covid-19). Selama ini uji spesimen hanya dilakukan Balitbangkes yang berpusat di Jakarta.

"Mengenai pengecekan tadi sudah perintahkan ke Kemenkes agar lab di luar Balitbangkes bisa dilakukan," kata Jokowi dalam jumpa pers di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (13/3).

Dua hari sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendorong pemerintah daerah dilibatkan dalam melakukan tes Virus Corona. Mereka mengklaim pihaknya bisa melakukan uji itu secara mandiri.

Selain itu Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk kasus virus corona, Zubairi Djoerban, menyarankan pemerintah membuka lebih banyak rumah sakit untuk tes spesimen Covid-19. Zubairi khawatir ke depan Indonesia kesulitan melakukan uji tes virus corona jika tes spesimen hanya dilakukan di Balitbangkes.

(psp/kid)