Siswa Mengaku Bingung dengan Penerapan Belajar Jarak Jauh

CNN Indonesia | Minggu, 15/03/2020 15:44 WIB
Sejumlah siswa kebingungan dengan penerapan pembelajaran jarak jauh ala Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona. Ilustrasi. (robarmstrong2/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah siswa mengaku kebingungan dengan penerapan pembelajaran jarak jauh oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sebagai imbas dari penutupan sekolah demi mencegah penyebaran virus corona.

Anies belum mengumumkan program belajar jarak jauh yang ia maksud. Namun menurut sejumlah siswa, belajar jarak jauh akan mempersulit konsultasi dengan guru.

"Kalau konsultasi ke guru susah. Kalau mau tanya langsung tidak bisa. Misalnya tidak paham, jadi tidak bisa bertanya sama gurunya," kata siswa kelas 12 IPA di SMA 31, Rendy Feliando, saat ditemui di bilangan Jatinegara, Jakarta, Sabtu (14/3).
Terpisah, Siswa kelas 12 IPA di SMA 80, Fina Tanjung, mengatakan saat ini para siswa belum memahami mekanisme belajar mengajar jarak jauh.


"Belajar dari rumah itu menurut saya akan sulit menangkap ajaran dari guru, apalagi dengan mata pelajaran yang berkaitan dengan angka dan rumus," kata Fina.

Fina mengatakan proses belajar mengajar jarak jauh ini malah akan berdampak pada penurunan nilai para siswa.

"Kurang efektif kalau belajar dari jarak jauh atau teleconference, soalnya kalau banyak hitungan, angka, dan rumus pasti akan jadi bingung menghitungnya," kata Fina.

[Gambas:Video CNN]

Rendy dan Fina angkat suara setelah Anies mengumumkan penutupan seluruh sekolah di DKI Jakarta untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sebagai gantinya, Anies akan mengumumkan program belajar jarak jauh yang bakal berlaku selama dua pekan ke depan.

Anies juga menyerukan agar tempat-tempat belajar informal seperti kursus mengambil sikap serupa, yaitu mengubah proses belajar mengajar menjadi dari jarak jauh. (jnp/has)