Politikus Golkar Minta Rakyat Patuhi Jokowi Terkait Corona

CNN Indonesia | Rabu, 18/03/2020 12:44 WIB
Politikus Golkar Minta Rakyat Patuhi Jokowi Terkait Corona Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Golkar Christina Aryani meminta masyarakat serius mematuhi imbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk beraktivitas di rumah guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Christina mengatakan langkah jaga jarak (social distancing) dengan beraktivitas di rumah sangat penting menekan penyebaran corona. Menurutnya, masyarakat jangan memanfaatkan imbauan Jokowi itu untuk jalan-jalan.

"Arahan untuk bekerja dari rumah, beribadah dari rumah, dan sekolah dari rumah bukan berarti 'liburan' untuk digunakan bertamasya. Masyarakat perlu bekerja sama dengan pemerintah agar wabah ini tidak makin meluas," kata Christina lewat keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Rabu (18/3).


Christina berkata pandemi ini tak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Politikus Golkar itu meminta masyarakat sadar terkait peran penting yang mereka mainkan dalam menekan penyebaran corona.

Ia meminta masyarakat ikut berperan mengantisipasi penyebaran virus corona, salah satunya dengan beraktivitas di rumah. Meninggalkan rumah hanya diperbolehkan jika ada keperluan mendesak.

"Perlu diperhatikan, tubuh kita mungkin sanggup mengatasi virus. Namun tidak demikian halnya bagi orang tua kita yang berusia lanjut dengan kondisi kesehatan tidak sempurna. Jangan bahayakan mereka," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]

Selain mengkritik perilaku sebagian masyarakat, Christina juga mengkritik persiapan pemerintah menangani corona. Ia pun meminta pemerintah mempercepat tes virus corona, meskipun sudah melibatkan pemerintah daerah dan Lembaga Bio Molekuler (LBM) Eijkman Institute.

"Waktu tiga hari untuk mengetahui hasil tes menjadi terlalu lama di tengah ketidakpastian, karena seseorang dapat terus menyebarkan virus di tengah ketidaktahuannya. Ini sangat berbahaya," ujarnya.

Pemerintah mengumumkan 172 pasien positif virus corona per Selasa (17/3). Dari total itu, sembilan orang dinyatakan sembuh dan tujuh lainnya meninggal dunia. Namun, masih terdapat simpang siur data pemerintah pusat dan daerah terkait pasien meninggal.

Presiden Jokowi sudah mengimbau masyarakat untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Sebagian perusahaan dan lembaga negara di DKI Jakarta memperbolehkan pegawai bekerja dari rumah masing-masing. (dhf/fra)