Polisi Buru Pembuat dan Penyebar Hoaks Corona

CNN Indonesia | Jumat, 20/03/2020 04:50 WIB
Polisi mengimbau masyarakat tak menyebarkan hoaks corona yang bisa meresahkan dan membuat panik masyarakat. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi memburu orang-orang yang membuat dan menyebarkan hoaks soal corona yang membuat panik masyarakat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan saat ini tengah diselidiki beberapa kasus hoaks terkait corona.

"Dari Polda Metro Jaya sedang mengejar, kita mengejar terus pelaku-pelaku yang mencoba menyampaikan ke masyarakat bahwa berita itu tidak sebenarnya di medsos," kata Yusri kepada wartawan, Kamis (19/3).


Namun, Yusri tak mengungkapkan ada berapa kasus hoaks tentang virus corona yang tengah diselidiki oleh Polda Metro.

Lebih lanjut, Yusri mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya, apalagi yang berkaitan dengan virus corona.

"Mengharapkan masyarakat tidak menyebarkan berita-berita hoaks tentang corona. Jangan meresahkan masyarakat, jangan membuat masyarakat panik," tutur Yusri.

Sebelumnya Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengungkapkan hingga saat ini ada 22 orang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyebaran hoaks atau berita bohong soal virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Sampai saat ini kepolisian juga terus melakukan patroli siber untuk mencegah penyebaran berita-berita keliru tersebut.

Per Senin (16/3), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) diketahui merilis total konten hoaks dan disinformasi sebanyak 232 terkait virus corona.

Salah satu konten disinformasi yang berhasil dihimpun tim pengais konten negatif Kemenkominfo ialah soal terapis di tempa pijat atau spa di Delta, Goldenhands Kelapa Gading hingga Presiden Jokowi terpapar virus corona.
(dis/sur)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK