Warga DKI yang Terbelah Antara Takut dan Cuek Corona

CNN Indonesia | Senin, 23/03/2020 07:42 WIB
Sejumlah warga DKI Jakarta ada yang kooperatif dengan imbauan larangan berkerumun, meski sebagian lainnya abai dengan bahaya virus corona. Aktivitas warga berkumpul di satu permukiman. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemprov DKI Jakarta menyerukan dengan keras untuk warga ibu kota setop berkerumun. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut adalah hal mutlak tiap warga menjaga jarak, mengambil peran penting pencegahan penularan virus corona (Covid-19).

Sejumlah kelurahan di Jakarta melaksanakan instruksi Anies dengan peningkatan sosialisasi kepada masyarakat di tiap-tiap permukiman. Meski ada sejumlah kegiatan berkerumun yang dibatalkan dan ditunda, namun sebagian lain warga ibu kota membandel.
Lurah Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Azhari menyatakan setidaknya dalam sepekan ke depan telah membatalkan tujuh acara resepsi pernikahan warga. Dari jumlah itu, kata Azhari, empat di antaranya di GOR samping Kantor Kelurahan Pengadegan.

"Tiga sisanya di permukiman warga," kata Azhari lewat sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Minggu (22/3).


Selain resepsi pernikahan, Kelurahan Pengadegan juga membatalkan dan menunda sejumlah acara perayaan Isra Mikraj yang rencananya akan dilaksanakan warga dalam pekan ini di sejumlah majelis dan masjid di Kelurahan Pengadegan. Pada Sabtu (21/3) malam, perangkat kelurahan juga telah mendatangi tempat-tempat game online atau warnet agar anak-anak pulang ke rumah.

"Mereka akhirnya mau pulang dengan sedikit paksaan," kata Azhari.
Azhari menyatakan sejauh ini aparat kelurahan Pengadegan sudah melakukan sosialisasi kepada warganya untuk menghindari keramaian. Warga, kata Azhari, sebagian besar juga tak keberatan.

"Alhamdulilah masih mereka masih bisa diberikan pengertian. Semalam ada kegiatan 40 hari meninggal warga. Itu pun juga mereka bersedia menunda," katanya.

Lain cerita di Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur. Lurah Bidara Cina, Dadang Yudi Hartono mengakui sosialisasi soal bahaya Covid-19 sudah gencar. Salah satunya sosialisasi kepada warga dengan berkeliling menggunakan toa (pengeras suara).

Namun demikian, kata Dadang, tak semua warga menaati imbauan. Warga masih senang berkerumun, membandel, misalnya dengan mengadakan acara Isra Mikraj.

"Kayak Isra Mikraj tadi dari semalem sampe Subuh ada 1 titik RW 7 Tanjung Lengkong di masjid," kata Dadang kepada CNNIndonesia.com, Minggu (22/3).
Warga DKI yang Terbelah antara Khawatir dan Masa Bodo CoronaFoto: CNN Indonesia/Timothy Loen

[Gambas:Video CNN]
Masa Bodoh

Sementara itu Ketua RW 17, Kelurahan Muara Baru, Jakarta Utara, Sudirman mengaku sudah menerima instruksi dari Lurah Muara Baru yang mengimbau agar warga bisa menghindari keramaian. Namun demikian, kata Sudirman, ia juga tak bisa memaksa jika ada warganya yang sudah menyebar undangan untuk menggelar resepsi pernikahan.

"Kalau ini (menunda resepsi pernikahan) enggak bisa soalnya undangannya dari jauh hari. Jadi enggak bisa. Kasian juga," kata dia, kemarin.

Sudirman juga melihat sejauh ini sebagian besar warganya tak khawatir soal penyebaran corona. Sebagian besar warganya, kata dia, ramai beraktivitas seperti biasanya.

"Enggak ada yang takut segala. Itu masih pada keliaran semua warga di sini," kata dia. (thr/ain)