Waspada Corona, Keuskupan Larantuka NTT Batalkan Semana Santa

CNN Indonesia | Senin, 23/03/2020 10:42 WIB
Prosesi Jumat Agung atau yang dikenal dengan Semana Santa di Larantuka, dibatalkan oleh Keuskupkan dan Pemda Flores Timur untuk mencegah penyebaran corona. Prosesi Semana Santa tahun 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Keuskupan Larantuka di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, membatalkan pelaksanaan prosesi Jumat Agung yang sudah menjadi tradisi turun temurun bagi umat Katolik dalam menyambut hari raya Paskah. Pembatalan acara yang dikenal dengan nama Semana Santa itu dilakukan untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19). 

Vikaris Jenderal Keuskupan Larantuka, Gabriel Unto da SIlva mengatakan bahwa keputusan pembatalan pelaksanaan prosesi Jumat Agung tahun 2020 sudah disampaikan oleh Uskup Larantuka Mgr Frans Kopong Kung Pr pada Jumat (23/3).

Menurut dia, Panitia Perayaan Semana Santa, Kerajaan Larantuka, conferia Reinha Rosari, pastor paroki, dan Pemerintah Daerah Flores Timur sudah sepakat membatalkan Semana Santa tersebut.


"Sudah ada keputusan bahwa prosesi Jumat Agung atau yang biasa dikenal dengan tradisi Semana Santa tahun ini dibatalkan mengingat saat ini ada virus corona dan, " kata Gabriel seperti dikutip dari Antara, Senin (23/3).

Menurutnya pembatalan tersebut jangan diartikan gereja katolik meninggalkan tradisi.

"Kita tidak melanggar tradisi dan tidak meremehkan tradisi. Kita mau memberi makna baru pada tradisi kita yang sudah berlangsung ratusan tahun itu dalam situasi konkret saat ini," ia menambahkan.
Gabriel mengutip ayat kitab suci, yang menceritakan tentang mujizat penyembuhan orang sakit pada Hari Sabat, hal yang menurut tradisi orang Yahudi merupakan sebuah pelanggaran.

"Yesus berkata bahwa Hari Sabat dilakukan untuk manusia, bukan manusia untuk Hari Sabat. Dan jika dikaitkan dengan perayaan Semana Santa maka hal ini sah-sah saja demi mencegah penyebaran virus bagi umat di Keuskupan Larantuka," katanya.

Ia menambahkan, perayaan Semana Santa dengan devosi-devosi khusus yang biasa dilakukan di Larantuka, Wureh, Konga, dan banyak tempat lainnya juga ditiadakan tahun ini. Perayaan Minggu Palma dengan arak-arakan daun palma dan upacara cium salib juga ditiadakan. 

Namun, misa malam Paskah dan misa Paskah akan tetap dilaksanakan di Katedral, namun tanpa kehadiran umat. Umat Katolik diminta melaksanakan ibadah di rumah dengan membaca doa rosario serta merenungkan isi kitab suci.

Keuskupan Larantuka juga mengimbau umat Katolik di wilayahnya tidak panik serta terus berdoa memohon kepada Tuhan agar wabah COVID-19 segera berakhir.
(Antara/ugo)