SBY Dukung Jokowi Tangani Corona: Badai Belum Berlalu

CNN Indonesia | Senin, 23/03/2020 11:17 WIB
SBY Dukung Jokowi Tangani Corona: Badai Belum Berlalu Susilo Bambang Yudhoyono. (ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi dukungan kepada Presiden Joko Widodo dalam menangani penyebaran virus corona (Covid-19).

SBY mengatakan ia telah melihat upaya sigap pemerintahan Jokowi dalam pandemi corona. Namun ia mengingatkan Jokowi bahwa perjuangan melawan corona masih panjang.

"Selamat bertugas Pak Jokowi & pemerintah. Tugas pemerintah berat namun mulia. Perjuangan masih panjang. Badai belum berlalu. Kalau kita bersatu, Indonesia akan selamat & sukses *SBY*," kata SBY melalui cuitan di akun Twitter @SBYudhoyono, Senin (23/3).


Tanda *SBY* di tulisan tersebut berarti kicauan ditulis langsung oleh SBY dan bukan oleh Admin.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu meminta masyarakat untuk membantu pemerintah menangani corona. Dia menekankan pentingnya pembatasan sosial atau social distancing dalam situasi saat ini.

SBY meminta masyarakat patuh dan disiplin terhadap imbauan menjaga jarak sekitar dua meter. Menurutnya, kepatuhan itu bisa menjaga keselamatan bersama.

"Kalau masing-masing lakukan "lockdown" atau "mengkarantina diri sendiri", tak perlu dilakukan "lockdown" di kota-kota. Penyebaran COVID-19 bisa kita batasi. Seperti negara lain, "lockdown" dilakukan hanya jika terpaksa, guna menyelamatkan jiwa penduduk," tulis SBY.



Dia menilai telah ada langkah nyata pemerintah perangi corona. Namun SBY mempersilakan jika ada kalangan yang memberi masukan terhadap langkah Jokowi dan jajarannya.

"Disiplin, kesadaran diri & kepatuhan masyarakat akan selamatkan kita semua. Mari kita bantu pemerintah. Kalau ada rekomendasi sampaikan baik-baik. Saya yakin pemerintah akan perhatikan saran-saran rakyatnya," lanjut dia.

Sebelumnya, sebanyak 514 orang terinfeksi virus corona (Covid-19). Dari angka itu, tercatat 48 orang meninggal dunia dan 29 orang sembuh. Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah kematian akibat corona terbanyak di Asia Tenggara.

Presiden Jokowi berencana menggelar tes kesehatan massal dengan metode rapid test guna mencegah perluasan sebaran virus. Jokowi juga meminta masyarakat untuk beraktivitas dari rumah untuk menekan potensi penularan.
(dhf/ugo)