Jubir Presiden Minta Setop Kritik Negatif soal Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 21/03/2020 21:10 WIB
Jubir Presiden Minta Setop Kritik Negatif soal Corona Jubir Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman meminta semua pihak berhenti melancarkan kritik negatif pada pemerintah di tengah pandemi corona (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman meminta semua pihak berhenti melancarkan kritik negatif terhadap langkah yang dilakukan pemerintah dalam menanggulangi virus corona (Covid-19). Dia menilai saat ini bukan waktu yang tepat untuk menyalahkan pihak tertentu.

Fadroel mengatakan itu dalam acara diskusi bertajuk Polemik: COVID-19 Ujian Kebersamaan Kita di Jakarta, Sabtu (21/3).

"Tidak ada satu negara yang dianggap 'Anda salah melakukan ini', 'Anda salah melakukan itu'. Semuanya sedang bekerja sama. Jadi lebih baik kritik-kritik negatif itu ditahan dulu," ucap Fadjroel.


Menurutnya, saat ini bukan waktu yang tepat untuk saling menyalahkan pihak tertentu. Jauh lebih baik melakukan hal-hal yang sudah diimbau oleh pemerintah pusat dan daerah dalam rangka menekan penularan virus corona. Misalnya langkah menjaga jarak atau social distancing.

"Kalau ada yang bertanya itu, kita tanya balik aja Anda sudah melakukan pembatasan sosial kah? Apakah Anda sudah membantu para tenaga kesehatan daripada hanya sambil tertawa-tawa lewat media sosial? Karena itu sangat tidak membantu buat kita," sambungnya.
[Gambas:Video CNN]
Fadjroel lalu menegaskan bahwa pemerintah tidak diam. Sudah banyak langkah yang diambil guna menanggulangi virus corona di tanah air.

Terbaru adalah dengan menyiapkan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta untuk dijadikan rumah sakit darurat dan tempat isolasi pasien corona.

"Di sana kalau 10 tower itu bisa dipakai 22.200 orang. Senin (23/3) esok bisa dipakai sekitar 2.400 kamar," kata Fadjroel.

Pemerintah pusat sendiri baru saja mengumumkan penambahan jumlah kasus positif terinfeksi corona. Ada peningkatan dibanding Jumat kemarin (20/3).

Juru bicara pemerintah khusus penanggulangan corona, Achmad Yurianto mengatakan telah ada 450 orang yang positif terinfeksi virus tersebut. Sebanyak 38 orang meninggal dunia.

"Ada penambahan kasus baru sebanyak 81 orang. sehingga total kasus adalah 450 orang,," ucap Yuri saat konferensi pers di Jakarta yang disiarkan langsung, Sabtu (21/3).

"Kasus kematian bertambah 6 orang sehingga total menjadi 38 orang, tambahnya.

Yuri mengatakan pasien sembuh juga mengalami peningkatan sebanyak 4 orang. Jika ditotal, telah ada 20 orang yang sembuh dari Covid-19.
(bmw/bmw)