Langkah ini ditempuh Hendrar seiring terus bertambahnya jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pantauan (ODP) di Kota Semarang.
"Kami ingin cepat bergerak, sampai hari ini jumlah PDP dan ODP terus bertambah, dan pastinya rumah sakit akan kerepotan. Makanya di sini kami berikan Rumah Dinas untuk tempat isolasi mereka yang berstatus PDP", kata Hendrar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi kita hitung dan ukur bisa menampung 150 bed yang lengkap dengan peralatan medis. Kami kerjakan langsung hari ini dan semoga selesai 30 Maret untuk bisa langsung dipakai," kata Hendrar.
Selain rumah dinas, Hendrar juga akan menjadikan Kantor Diklat Kota Semarang di kawasan Ketileng Semarang untuk tempat isolasi dengan daya tampung 140 orang.
Diambil dari website siagacorona.semarangkota.go.id, perkembangan Covid-19 di Kota Semarang, yakni ODP berjumlah 863 orang dan PDP berjumlah 67 orang.
Sementara untuk pasien positif yang dirawat berjumlah 5 orang dan satu orang meninggal dunia.
[Gambas:Video CNN]
(osc/dmr/osc)