Cegah Corona, Khofifah Lacak Perantau yang Mudik Lebih Awal

CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 07:59 WIB
Cegah Corona, Khofifah Lacak Perantau yang Mudik Lebih Awal Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Surabaya, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mendapatkan informasi bahwa banyak perantau asal Jatim yang mudik lebaran lebih awal. Untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19), Khofifah akan menelusuri keberadaan para pekerja tersebut.

Ia mengaku menerima informasi tersebut dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dua hari lalu.

"Rupanya tahun ini banyak [pekerja migran] yang mudik awal, ada juga dari Jakarta memberikan beberapa data bahwa sudah mudik awal," kata Khofifah, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (25/3).


Khofifah menyebut segera melakukan tracing karena para pekerja tersebut tengah dalam perjalanan, bahkan sebagian besar lain telah tiba di daerah asalnya.
Mantan menteri sosial itu mengaku akan melakukan rapid test atau tes massal Covid-19 kepada para perantau itu jika alat masih tersedia.

"Kalau proporsionalitas itu sudah tercukupi, rapid test itu masih tersedia, maka kami sesungguhnya punya keinginan untuk bisa memberikan rapid test pada pekerja migran asal Jatim, dan mereka yang bekerja di Jakarta," ujar Khofifah.
Cegah Corona, Khofifah Lacak Perantau yang Mudik Lebih AwalFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Khofifah mengatakan pihaknya terlebih dahulu mendata wilayah asal para pekerja migran tersebut. Menurutnya, ketika data sudah lengkap, dan alat masih tersedia, maka mereka akan masuk kategori prioritas untuk mendapatkan rapid test.

"Saya rasa ini akan menjadi catatan kami, di titik-titik mana yang akan kembali (mudik) dari Jakarta, maka dia akan menjadi prioritas untuk mendapatkan rapid test," katanya.

Hingga Rabu (25/3), tercatat 790 kasus positif virus corona di Indonesia, 58 di antaranya meninggal dunia dan 31 lainnya sembuh. Dari jumlah tersebut, terdapat 51 kasus positif corona di Jatim, satu di antaranya meninggal dan satu lainnya sembuh.

[Gambas:Video CNN]

Pemprov Jatim juga telah menerima 10 ribu alat rapid test dari pemerintah pusat. Namun, bantuan 10 ribu alat rapid test tersebut masih belum cukup. Pemprov Jatim sebelumnya meminta bantuan 200 ribu alat rapid test. (frd/fra)